Pixel Code jatimnow.com

26 Kepala Sekolah di Bojonegoro Dilantik Bareng 11 Pejabat Lain

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Misbahul Munir
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah melantik 37 pejabat, termasuk kepala sekolah (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah melantik 37 pejabat, termasuk kepala sekolah (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah memutasi dan melantik jabatan baru kepada 37 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Senin (3/9/2022).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Pendopo Malowopati itu merujuk pada SK Bupati Bojonegoro Nomor: 821.2/142/412.301/2022 tertanggal 3 Oktober 2022.

Adapun pejabat yang dimutasi dan dilantik terdiri dari 6 orang tenaga administrator, 3 orang pengawas, 2 orang pejabat fungsional dan 26 orang kepala sekolah.

Sebelumnya, pada 3 Agustus 2022 ada 43 pejabat yang dimutasi dan dilantik dalam jabatan baru. Seperti Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Johan Pundhi Lestari yang baru menjabat dua bulan dimutasi menjadi Sekretaris Kecamatan Gondang.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aan Syahbana mengatakan, mutasi dan pelantikan pejabat administrator, pengawas, fungsional dan kepala sekolah ini untuk mengisi kekosongan, karena banyak yang pensiun.

"Jadi rata-rata setiap bulan ada 50 pejabat yang pensiun, paling banyak pada guru dan kepala sekolah. Sementara untuk satu tahun ada itu 400 sampai 500 orang yang pensiun, sehingga harus isi dari kekosongan itu," ujarnya.

Baca juga:
Duh... Guru di Tulungagung Selingkuh dengan Kepala Sekolah, Begini Nasibnya

Sementara Bupati Anna dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik. Dia berpesan kepada pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri pada tempat kerja yang baru.

Menurutnya, mutasi dan pelantikan ini hal biasa yang sifatnya berkala untuk mengisi kekosongan.

"Tinggal menunggu giliran saja. Di mana saja berada tentunya satu kesatuan," ujarnya.

Baca juga:
Wali Kota Surabaya Minta ASN Netral, Bupati Lamongan Dorong PPS Profesional

Anna berharap, khusus kepala sekolah yang baru dapat mendukung program pemerintah, yaitu merdeka belajar dengan model pembelajaran kreatif dan inovatif.

"Ke depan memang kita dituntut lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik," tandasnya.