Pixel Code jatimnow.com

Bangganya Mas Ipin saat Petani di Trenggalek Sukses Panen Raya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya (Foto-foto: Dok. Kominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menghadiri panen raya di Dusun Krebet, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kamis (27/10/2022).

Dalam tiga kali musim tanam terakhir, petani di desa tersebut selalu mengalami gagal panen. Namun setelah Pemkab Trenggalek menggandeng salah satu mitra yang fokus menangani bidang pertanian, masalah gagal panen dapat teratasi.

Mas Ipin menyebut, Pemkab Trenggalek juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara mengurangi biaya produksi.

Dia mengaku gembira dengan hasil panen petani desa tersebut musim ini. Sebab dalam tiga musim panen terakhir, para petani mendapatkan hasil yang minim. Beberapa di antaranya bahkan mengalami gagal panen.

"Alhamdulillah hasilnya menggembirakan, karena masyarakat sini tadi menurut obrolan yang kita lakukan sudah tiga kali musim tanam tidak panen sama sekali. Begitu ada MAXXI Tani, alhamdulillah bisa panen. Ubinannya ini tadi setelah diukur per hektare-nya sekitar 5,98 ton, jadi cukup baik mengingat tiga musim yang lalu tidak panen," papar Mas Ipin.

Baca juga:
Novita Terima Endorse Gratis Demi Kemajuan UMKM di Trenggalek

Menurutnya, Pemkab Trenggalek juga berencana akan mengerjakan sekitar 1.000 hektare lahan pertanian. Untuk itu dia berpesan bahwa urusan pangan juga berdampak pada stabilitas suatu negara.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen rayaBupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat menghadiri panen raya

"Kita tahu pangan harga komoditas jangan sampai terus-terusan naik biar inflasi juga terkendali. Maka yang saya pesan ke MAXXI Tani kalau mau bantu petani saya, bantulah untuk bertani dengan modal semurah-murahnya, itu saja. Jadi pendekatannya margin, bukan lagi pendekatan gabahnya harus dibeli mahal sekali. Kalau gabah dibeli mahal, berasnya mau dijual berapa? Jadi yang penting sekarang adalah biaya bertaninya lebih murah," sambungnya.

Baca juga:
Melihat dari Dekat Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Bencana di Trenggalek

Kendati demikian, Mas Ipin menyampaikan bahwa muncul tantangan lain yaitu buruh tani yang ke depan bakal tergantikan dengan mesin. Menyikapi hal itu, banyak buruh tani perempuan yang beralih usaha menjadi pengrajin.

"Nah, macam-macam kerajinannya ini nanti yang kita bina dan kita carikan pasarnya," pungkasnya.