Pixel Code jatimnow.com

Harga Kedelai Impor Naik, Ini Kata Perajin Tahu Jombang

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Proses pembuatan tahu di sentra industri tahu Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses pembuatan tahu di sentra industri tahu Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga kedelai impor untuk bahan baku produksi tahu naik drastis. Kenaikan harga bahan baku itu membuat para perajin di sentra industri tahu, di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mengeluh.

Imam Subeki, salah satu perajin tahu di Desa Mayangan mengatakan bahwa selain harga kedelai impor naik, kualitas kedelai juga buruk. Kualitas bahan baku ini memengaruhi produk dan menyebabkan perajin merugi.

“Sampai hari ini harga kedelai naik mulai dari Rp13.500 menjadi Rp13.700. Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi,” kata Imam, Selasa (1/11/2022).

Ia memperkirakan kenaikan bakal terus berlanjut. Masalahnya kenaikan harga kedelai impor dari Rp13.500 menjadi Rp13.700 hanya dalam beberapa hari saja.

“Kenaikan harga kedelai impor terjadi sekitar satu bulan setengah,” bebernya.

Untuk mengantisipasi kerugian agar tidak terlalu parah, para perajin tahu menyiasati dengan memperkecil ukuran produksinya. Meski sejauh ini ia belum menghitung margin yang didapat.

Baca juga:
Harga Kedelai Mahal, Perajin Tahu di Jombang Tetap Produksi

“Tetap memproduksi (tahu) seperti biasa, hanya saja ukurannya yang sedikit diperkecil, isi takaran agak dikurangi, dan harga tahu sedikit dinaikkan,” katanya.

Ia mengaku tidak mengurangi jumlah produksi karena tahu di pasaran masih tetap laku untuk dijual ke pelanggan. Dengan kata lain, demand masyarakat relatif aman.

“Tidak mengurangi volume produksi, karena kita tetap akan memproduksi selama dijual masih laku, kondisi pasar tahu ini masih baik," paparnya.

Ia menyebut para perajin ini mengeluhkan kualitas kedelai impor yang buruk. Padahal harga kedelai impor terus mengalami kenaikan. Ia berharap agar ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi hal itu.

“Yang banyak dikeluhkan perajin ini kualitas kedelai. Harganya naik, kualitasnya jelek, banyak kotoran dan pecah-pecah (defect). Ya kami berharap pemerintah menstabilkan harga kedelai impor di pasar,” pungkasnya.