BNN Bongkar Pencucian Uang Narkoba Miliaran Rupiah di Surabaya

Editor: Erwin Yohanes Narendra Bakrie / Reporter:

Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka.

jatimnow.com - Adiwijaya, arek Suroboyo yang satu ini akhirnya berurusan dengan penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Tidak tanggung-tanggung, arek Mulyosari Utara No. 45 Surabaya itu terlibat dalam jaringan bandar narkoba internasional.

Dalam jaringan ini, Adiwijaya berperan sebagai pemutar uang dari transaksi para bandar narkoba. Modusnya, Adiwijaya mendirikan perusahaan money changer serta perusahaan yang bergerak di bidang emas dan tembaga fiktif.

"Untuk itulah, kami jerat para tersangka (termasuk Adiwijaya, red) dengan undang-undang TPPU (tindak pidana pencucian uang)," sebut Kepala BNN RI, Komjen Pol Heru Winarko saat membeber para tersangka dan barang bukti TPPU di rumah tersangka Adiwijaya di Mulyosari Utara No. 45 Surabaya, Selasa (31/7/2018).

Heru menjelaskan, ulah Adiwijaya terbongkar setelah BNN menangkap seorang bandar bernama Juvictor Indraguna alias Viktor Indraguna pada 4 Maret 2017 lalu dengan barang bukti 8,4 Kg narkotika jenis sabu.

Darisana, BNN berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran uang transaksi narkoba yang dilakukan jaringan tersebut.

"Setelah proses penyelidikan dan penelusuran, jaringan ini melakukan transaksi uang dari hasil jual beli narkoba sekitar Rp1 triliun lebih. Tapi, kami berhasil menyita 24 miliar," beber Heru.

Setelah menangkap Adiwijaya alias Kwang, BNN berhasil mengungkap semua orang yang masuk dalam jaringannya. Diantaranya Lisan Bahar (Dirut PT Global Surya Alience), Army Roza alias Bobo (napi narkotika di Lapas Tangerang), Ali Akbar Sarlak (WN Iran, napi narkotika di Lapas Tangerang), serta Tamia Tirta Anastasya alias Sunny Edward (pacar Ali Akbar).

"Jadi, mereka merupakan jaringan lapas. Para bandar narkoba ini menyimpan uang hasil transaksi narkoba melalui perusahaan-perusahaan fiktif yang didirikan para koleganya. Semua sudah kami tangkap," tegas Heru.

Selain rumah mewah hasil TPPU, penyidik BNN juga menyita 5 mobil mewah, 5 motor sport serta uang tunai (berbagai mata uang) senilai Rp24 miliar. Penyidik juga menyita sejumlah bukti transaksi dan kepingan emas dan tembaga dari perusahaan fiktif yang dikelola Adiwijaya.

Adiwijaya dan semua tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 20 miliar atas jeratan Pasal 137 huruf B, UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 3, 4 dan 5 ayat (1) UU No. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter