Pixel Code jatimnow.com

Melihat Keseruan Siswa Tunanetra Bertamasya Keliling Naik Bus Surabaya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Keseruan siswa tunanetra bertamasya keliling naik Bus Surabaya (Foto: Erlita for jatimnow.com)
Keseruan siswa tunanetra bertamasya keliling naik Bus Surabaya (Foto: Erlita for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 20 siswa SMP dan SMA luar biasa Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya menikmati serunya naik Bus Trans Semanggi Suroboyo dan naik kereta dari Gubeng ke Sidoarjo.

Pagi itu sekitar pukul 09.30 WIB, Sabtu (5/11/2022), rombongan itu bersiap menunggu bus di titik kumpul di Halte Manyar Kertoarjo.

Para siswa tunanetra yang mengenakan seragam olahraga warna biru itu dibagi menjadi beberapa kelompok. Dibantu 11 mahasiswa yang menjadi sukarelawan, mereka dengan cerianya menaiki bus yang datang untuk mengangkutnya itu.

Di tengah kepadatan penumpang, mereka kemudian menyusuri sudut-sudut bus untuk mencari tempat duduk yang kosong.

Sembari duduk para siswa ini diceritakan dengan nama-nama jalan raya yang saat itu dilintasinya, termasuk dengan lokasi-lokasi yang terkenal di jalan tersebut.

"Rute hari ini dari Halte Manyar Kertoadi kita baik bus turun Halte Santa Maria Darmo, berjalan kaki menuju restorant fasfood untuk makan. Setelah itu pulang ke titik yang sama naik bus juga," ujar Prof Christina Eviutami Mediastika kepada siswa tunanetra.

Itulah sepenggal kegiatan rutin yang kerap dilakukan dosen Program Studi Interior Architecture Universitas Ciputra Surabaya, Prof Christina Eviutami Mediastika itu, dalam pendampingan untuk siswa tunanetra untuk beraktivitas di ruang publik.

Keseruan siswa tunanetra bertamasya keliling naik Bus SurabayaKeseruan siswa tunanetra bertamasya keliling naik Bus Surabaya

Berkat ketulusan tersebut, kini aktivitas Prof Christina bersama 11 mahasiswanya bekerjasama dengan YPAB itu, berhasil mendapatkan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kampusnya.

Baca juga:
2.754 SMA/SMK dan SLB di Jatim Terapkan IKM Mandiri, Seperti Apa Sih?

"Kami ingin ajak teman buta menikmati transportasi umum. Naik Bus Semanggi Suroboyo di tanggal 5 November dan naik kereta di tanggal 19 November," terang Prof Christina kepada jatimnow.com, Sabtu (5/11/2022) sore.

"Dalam perjalanan tersebut kami juga mengajak rekan buta untuk menikmati makan siang di restaurant fastfood terkenal," tambahnya.

Prof Evi-sapaan akrabnya itu mengungkapkan jika kegiatan pendampingan siswa tunanetra untuk beraktivitas di ruang publik ini tidak hari ini saja. Beberapa waktu lalu, para siswa juga diajak untuk beraktivitas di dalam mal.

"Beberapa pekan lalu kami mengajak mereka ke taman-taman Kota Surabaya, jalan-jalan ke mal, bahkan sampai nonton bioskop. Mereka senang dan sangat antusias," ujar Evi.

"Rekan buta butuh untuk dikenalkan dengan life-skill secara riil untuk melengkapi teori yang sudah diperoleh di kelas," imbuhnya.

Baca juga:
Tak Ada Perpanjangan Libur untuk SMA, SMK dan SLB di Jatim

Prof Evi memaparkan bahwa masyarakat di luar sekolah diharapkan mempunyai kepedulian serupa dalam kegiatan ini. Pasalnya pendanaan internal di YBAB belum tentu memadai untuk membiayai kegiatan semacam ini.

"Perlu dukungan kita, sehingga teman buta pun dapat meng-upgrade life-skill mereka secara nyata. Dengan kegiatan ini mereka memiliki pengalaman bagaimana berkegiatan secara mandiri nantinya untuk naik bus, kereta Api, dan memesan makanan di restoran fasfood," ungkapnya.

Dia menambahkan, pengenalan dan pendampingan ini untuk membiasakan dan menumbuhkan keberanian siswa tunanetra itu untuk berkegiatan mandiri. Untuk mahasiswa yang ikut serta dalam pendampingan harapan Evi mahasiswa semakin tumbuh rasa empati terhadap sesama khususnya rekan buta.

"Sementara untuk mahasiswa UC Surabaya sendiri diharapkan dengan kegiatan ini mereka terbiasa untuk berempati dan jadi inspirasi mahasiswa dapat membuat ide produk kreatif yang diberikan untuk rekan tunanetra," pungkasnya.