Pixel Code jatimnow.com

Pacar Pelajar Pembuang Bayi di Tulungagung Masih Misterius

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Polisi saat melakukan rekonstruksi kasus pembuangan bayi di toilet Dispendikpora Tulungagung (Foto: Dok. Humas Polres Tulungagung)
Polisi saat melakukan rekonstruksi kasus pembuangan bayi di toilet Dispendikpora Tulungagung (Foto: Dok. Humas Polres Tulungagung)

jatimnow.com - Setelah menetapkan pelajar SMK pembuang bayi di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung sebagai tersangka, polisi kini fokus mengidentifikasi ayah dari bayi malang itu.

Hingga kini Tim Satreskrim Polres Tulungagung masih belum mengantongi identitas pacar tersangka, lantaran tersangka tidak mengetahui alamat rumahnya.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mochamad Ansori mengatakan, dalam pemeriksaan tersangka mengaku awalnya mengenal sang pacar melalui media sosial Facebook. Keduanya juga baru bertemu dua kali.

"Kepada tersangka, pacarnya mengaku dari Blitar. Keduanya kenal lewat Facebook sekitar Desember 2021 dan bertemu pertama kali pada Januari 2022," terang Ansori, Selasa (8/11/2022).

Menurut Ansori, keduanya berhubungan badan satu kali pada pertemuan kedua, yaitu pada Januari 2022.

Setelah itu, tersangka masih sering menghubungi pacarnya melalui WhatsApp. Dan pada Februari 2022, tersangka memberi tahu kepada pacarnya tentang kehamilannya.

Setelah itu pacar tersangka langsung menghilang tidak bisa dihubungi lagi. Seluruh media sosial serta nomor teleponnya juga sudah tidak aktif.

Baca juga:
Siswi di Surabaya Loncat dari Lantai 2 Sekolah, Herlina Sodorkan Sederet Langkah

"Inilah yang membuat kami kesulitan melacak pacar tersangka. Apalagi tersangka juga tidak mengetahui identitas pasti serta alamat pacarnya ini karena baru bertemu dua kali," papar Ansori.

Sementara Pekerja Sosial dari Unit Layanan Terpadu (ULT) Perlindungan Sosial Anak Integratif (PSAI), Arik Budiono mengatakan, dari hasil pendampingan yang dilakukan diketahui tersangka merupakan korban broken home. Kedua orangtuanya bercerai dan tersangka tinggal bersama neneknya.

Arik mengatakan, saat ini tersangka masih ingin melanjutkan pendidikannya. Oleh karena itu pihaknya tengah berkoordinasi agar tersangka bisa melanjutkan pendidikan lagi hingga lulus.

Baca juga:
Siswi SMP Negeri di Surabaya Coba Bunuh Diri, Diduga Sering Dimarahi Orang Tua

"Pihak sekolah juga sedang mengondisikan teman-teman agar nantinya ketika masuk sekolah bisa nyaman tanpa ada pengucilan," pungkasnya.

Sebelumnya, mayat bayi perempuan ditemukan di tangki closet kamar mandi Kantor Dispendikpora) Tulungagung pada Rabu (19/10/2022). Dari hasil rekaman kamera CCTV, diketahui pembuang bayi itu merupakan pelajar.

Dalam perjalananya, polisi menangkap pelaku. Dan pelaku telah melakukan rekonstruksi. Karena usianya masih di bawah umur, penyidik menggunakan sistem peradilan anak dalam kasus tersebut.