jatimnow.com

Sebelum Dibuang ke Sungai, Bu Lurah Banyuwangi Sempat Dipalu

Editor : Arif Ardianto
Korban percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami sesaat setelah keluar dari Mapolres Banyuwangi 🔍
Korban percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami sesaat setelah keluar dari Mapolres Banyuwangi

jatimnow.com - Agus Siswanto, pelaku percobaan pembunuhan Bu Lurah di Banyuwangi ternyata sempat menganiaya dengan sadis sebelum membuang ke sungai. Pelaku sempat memukul beberapa kali kepala korban menggunakan palu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman membantah bahwa korban dipukuli atau didorong lehernya dengan gagang pistol jenis FN.

Kapolres menceritakan, sebelum korban bertemu dengan Ketua PCNU Banyuwangi H Muhammad Ali Makki Zaini yang ternyata diduga diperankan oleh Sujiono alias Jion, pelaku dipukuli kepalanya dengan palu.

Loading...

Baca juga: Ini Motif Tersangka Buang Bu Lurah di Banyuwangi ke Sungai

Saat itu korban dipukuli supaya melemparkan tasnya yang berisi uang Rp 60 juta ke jok bagian belakang. Ternyata korban masih dipukuli menggunakan palu dan tangannya sebelum dibuang ke sungai Sere di Bangorejo.

Setelah keluar dari mobil Hyundai warna silver, korban, Wilujeng Esti Utami, diikat kedua tangan dan kakinya. Bahkan, kepala korban di kerudungi dengan kantong plastik.

Hasil pemeriksaan penyidik, tali dan kantong plastik tersebut dikeluarkan dari laci dashboard mobil pelaku yang diketahui adalah oknum LSM di Banyuwangi.

"Alhamdulillah Bu Lurah bisa bertahan saat hanyut di sungai meskipun dalam keadaan terikat. Setelah kurang lebih selama satu jam ibu Lurah berhasil diselamatkan oleh warga dan polisi di Bangorejo," urai Donny.

Saat keluar dari halaman Mapolres Banyuwangi, korban yang bernama Wilujeng Esti Utami nampak lemas dan dituntun oleh salah seorang yang mengaku pegawai di Kelurahan Penataban.

Wilujeng Esti Utami nampak memegangi bagian kepalanya dan enggan mengeluarkan sepatah kata pun.

Sebelumnya, korban menyebut nama seseorang sebagai pelakunya saat ditolong oleh Bahrodin sebelum menjadi korban percobaan pembunuhan.

Bahrodin menduga jika korban mahir teknik berenang dan mengerti teknik medis. Sebab itu pula korban mampu bertahan saat hanyut di sungai dalam kondisi kedua tangan terikat. Bahkan, korban terlihat mampu mengatasi rasa sakit pada kedua luka di kepala belakangnya.

Bahrodin senang dan bersyukur bisa menolong korban tepat pada waktunya. Meski dia sendiri sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Bangorejo.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Loading...