Pixel Code jatimnow.com

40 Hari Tragedi Kanjuruhan Kota Malang Menghitam

Editor : Rochman Arief Reporter : Galih Rakasiwi
Sejumlah pendukung Aremaa melakukan long march menuntut pengungkapan Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnoq.com)
Sejumlah pendukung Aremaa melakukan long march menuntut pengungkapan Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnoq.com)

jatimnow.com - Ribuan Aremania mengenakan baju hitam untuk memadati Kota Malang. Pencita klub sepak bola Arema FC itu melakukan long march untuk memperingati 40 hari Tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah Aremania juga terlihat membawa spanduk dengan tulisan #usuttuntas serta keranda yang berjumlah 137, sebagai simbol 135 korban jiwa serta foto korban.

Nampak mereka menuarakan yel-yel "Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan" saat melakukan long march, dari Stadion Gajayana menuju ke Alun-Alun Tugu Kota Malang, Kamis (10/2022).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan pecinta setia Arema itu. Pertama adalah tangkap dan adili seluruh aktor di balik Tragedi Stadion Kanjuruhan, sekaligus eksekutor lapangan.

Baca juga:
Pandangan Ahli Kimia Unair Tentang Dampak Gas Air Mata

Kedua, jadikan Tragedi Stadion Kanjuruhan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Tuntutan ketiga adalah bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban melalui mekanisme kompensasi dan restitusi.

Dalam aksi itu juga menyampaikan tidak ada sepak bola seharga nyawa dan tak ada pelanggaran HAM berat yang layak untuk dimaafkan.

Baca juga:
Ini Kondisi Terbaru Bocah SD asal Malang Jadi Korban Penganiayaan Kakak Kelas

Salah satu Aremania, Arif Setiawan mengaku ia merasa terpanggil untuk hadir dan berharap dari aksi ini ada keseriusan dari penegak hukum, agar mengusut benang merah peristiwa maut tersebut.

“Usut tuntas tragedi kelam ini, kami Aremania berharap ada keterbukaan dalam prosesnya,” singkatnya.