Pixel Code jatimnow.com

Persiapan Yasinan, Rumah di Tulungagung Ambruk Tertimpa Longsor

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
Proses evakuasi rumah yang ambruk di Pagerwojo, Tulungagung. (foto: Polres Tulungagung for jatimnow.com)
Proses evakuasi rumah yang ambruk di Pagerwojo, Tulungagung. (foto: Polres Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Longsor menimpa sebuah rumah milik Paniman (52) warga Desa/Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.

Rumah korban ambruk total terkena material longsor. Dalam peristiwa itu sedikitnya delapan orang terjebak di reruntuhan bangunan.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana longsor, setelah petugas dan warga mengevakuasi semua korban. Saat ini semua korban tengah menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

Kepala Desa Pagerwojo, Adi Setiono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Senin (14/11/2022) sore. Salah satu penyebabnya adalah hujan lebat yang turun sejak pukul 11.00 WIB.

Adi Setiono menambahkan longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Di mana rumah korban saat itu sedang ramai, lantaran terdapat beberapa tetangga. Mereka sedang memasak untuk persiapan yasinan rutinan.

“Rumah tersebut sedang ramai, untuk persiapan acara yasinan rutinan, banyak tetangga yang datang untuk membantu memasak,” ujarnya, Selasa (15/11/2022).

Baca juga:
Akses Keluar Masuk Kota Batu Tertutup Longsor, Perbaikan Ditargetkan Akhir Tahun

Delapan orang yang terjebak terdiri atas enam orang dewasa dan dua anak-anak. Dari delapan korban, satu korban yang tertimpa balok membutuhkan waktu evekuasi lebih lama. Sementara proses evakuasi ini berlangsung selama 3,5 jam.

“Yang terakhir mengalami patah tulang, dan tidak ada korban jiwa. Semuanya selamat,” tuturnya.

Menurut Adi, tebing yang menimpa rumah korban ini tidak curam, karena bentuknya terasering. Namun material longsor yang terbawa cukup banyak, dan berakibat menghancurkan rumah korban.

Baca juga:
Ya Allah! Truk Pasir Masuk Jurang, Begini Nasib Sopirnya

Pihak desa berencana menggerakkan masyarakat untuk kerja bakti membersihkan material longsor dan reruntuhan bangunan rumah korban.

“Lokasi rumah itu sebenarnya tidak berdekatan dengan tebing, tetapi rumah korban lebih dekat dengan area terasering,” pungkasnya.