Pixel Code jatimnow.com

Kericuhan Suporter Futsal di Ponorogo Juga Sebabkan Kerusakan Fasilitas GOR

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Kerusakan di Gor Singodimedjo Ponorogo akibat kericuhan suporter tim futsal antar sekolah (Foto: Andre for jatimnow.com)
Kerusakan di Gor Singodimedjo Ponorogo akibat kericuhan suporter tim futsal antar sekolah (Foto: Andre for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kericuhan suporter tim futsal antar sekolah di Ponorogo ternyata juga menyebabkan kerusakan fasilitas GOR Singodimedjo, kota setempat yang menjadi venue turnamen.

"Sudah kami inventarisir bagian mana saja yang rusak," ujar Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ponorogo, Suwanto saat dikonfirmasi, Kamis (17/11/2022).

Suwanto merinci, yang mengalami kerusakan adalah kaca pintu bagian barat dan pagar sisi barat.

"Panitia, kepala sekolah, wakasek sudah ke kami kumpulkan. Intinya mereka siap bertanggung jawab dengan cara memperbaiki fasilitas yang rusak," jelas Suwanto.

Dari informasi yang diterima Suwanto, turnamen futsal yang diadakan oleh SMA Bakti Ponorogo itu awalnya berlansung aman.

"Pertandingan ketiga hampir selesai, ada suara motor arah dari timur Jalan Pramuka. Infonya mereka adalah penonton dari luar Ponorogo. Parkir di sekitar Stadion Ponorogo," terang Suwanto.

Baca juga:
Gangster Sidoarjo, Ceburkan Diri ke Sungai Brantas, Polisi Belum Terima Laporan

Menurutnya, ada upaya penonton untuk masuk. Tetapi panitia dan pihak keamanan tidak mengizinkan. Pasalnya posisinya saat itu, kapasitas GOR sudah penuh.

"Kemudian pagar didorong, sehingga situasi menjadi tidak kondusif," papar Suwanto.

Sementara untuk kaca, dia menduga ada yang sengaja memecahkan untuk memicu keributan.

Baca juga:
Muspimnas PMII di Tulungagung Ricuh Lagi, Puluhan Peserta Diamankan Polisi

"Jadi bukan karena ada yang memaksa masuk dari pintu kaca itu," pungkasnya.

Sebelumnya, akibat kericuhan itu, sejumlah oknum suporter merusak fasilitas di SMKN 1 Jenangan, Ponorogo.

Buntut dari kericuhan itu, polisi akhirnya menghentikan sementara turnamen futsal tersebut, sampai dengan waktu yang belum ditentukan.