Pixel Code jatimnow.com

Ratusan Rumah di Mojoagung Jombang Terendam Banjir, Air Berangsur Surut

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Proses evakuasi warga yang sakit di tengah kepungan banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses evakuasi warga yang sakit di tengah kepungan banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain membuat jalur alternatif sempat terputus, banjir yang terjadi pada Kamis (24/11/2022) malam juga merendam tiga kecamatan di Kabupaten Jombang.

Areal persawahan hingga pemukiman dalam Kecamatan Peterongan, Mojoagung dan Jogoroto terendam banjir. Namun pada Jumat (25/11/2022) pagi, air banjir dilaporkan berangsur surut.

"Banjir di beberapa wilayah saat ini sudah ada penurunan, tapi sangat lambat sekali," ungkap Adi Purwoko, anggota BPBD Kabupaten Jombang.

Adi menjelaskan bahwa dari tiga kecamatan yang terendam, daerah terparah adalah Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

"Semalam, ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter. Dan rumah yang terendam di Kecamatan Mojoagung ada 468," terang dia.

Adi menegaskan bahwa banjir itu diakibatkan curah hujan tinggi di daerah hulu, yaitu Bareng, Kandangan dan Wonosalam.

"Dari curah hujan tinggi semua air terpusat di Dam Balongsono dan Yani. Banjir ini tidak diakibatkan luberan sungai secara langsung, tetapi luberan air sungai ke sawah dan terus mengalir ke pemukiman," paparnya.

Baca juga:
Lalu Lintas Macet Gegara Bojonegoro Dikepung Banjir, Lewat Jalur Alternatif Ini

Dia menyebut ada salah satu warga di Desa Kademangan yang dievakuasi ke puskesmas, lantaran sakit asam lambung.

"Kondisi air di rumah Bu Sumirah ini sudah masuk sampai setengah rumah terendam. Warga yang sakit ini kita evakuasi ke puskesmas," tambahnya.

Saat ditanya apakah warga lainnya sudah mengungsi, Adi mengaku warga Desa Kademangan ini warga yang tanggap bencana banjir. Karena memang banjir di desa itu terjadi setiap tahun.

Baca juga:
Kali Pacal Bojonegoro Meluap Lagi, Belasan Desa dan Jalan Nasional Kebanjiran

"Warga tidak ada yang mengungsi, karena warga membuat gantungan di rumah masing-masing untuk menaruh perabotan. Cuman itu tadi ada satu warga yang kebetulan sakit dan kita evakuasi ke puskesmas," pungkasnya.