Pixel Code jatimnow.com

Permudah Pendataan, Ternak di Bangkalan Dipasang Eartag

Editor : Rochman Arief Reporter : Fathor Rahman
Seekor sapi yang sudah mendapatkan eartag dan dijual di pasar hewan di Bangkalan. (foto: fathor rahman/jatimnow.com)
Seekor sapi yang sudah mendapatkan eartag dan dijual di pasar hewan di Bangkalan. (foto: fathor rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai mengawasi volume dan kesehatan ternak. Salah satunya dengan memasang eartag di telinga, sebagai tanda bahwa ternak tersebut telah mendapat vaksin.

Kepala Dinas Peternakan, Ahmad Hafid melalui Kepala Bidang Pembibitan, Pakan dan Produksi Peternakan (P4) Bangkalan, Suba'i mengatakan pemasangan eartag ini memiliki tiga fungsi.

"Selain untuk menandai ternak yang sudah menerima vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), juga untuk mempermudah pendataan dan juga mempermudah petugas memantau lalu lintas ternak," tuturnya, Sabtu (3/12/2022).

Ia juga mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari 17 ribu ekor sapi di Bangkalan yang sudah mendapatkan eartag. Jumlah itu dinilai masih jauh dari target, lantaran pemkab menyiapkan pemasangan eartag sebanyak 273.600 untuk ternak.

Baca juga:
Bojonegoro Catat 2414 Kasus PMK dalam Dua Pekan Awal Tahun 2023

"Kami terus melakukan upaya dan sosialisasi agar pemasangan eartag dan vaksinasi terus berjalan sesuai target," tambahnya.

Secara teknis, ia mengatakan jika pemasangan eartag itu berisi sebuah barcode yang dapat di-scan oleh petugas. Dengan demikian, ternak bisa dipantau pengirimannya, serta diketahui riwayat dan asal-usul ternak.

Baca juga:
DKPP Kota Mojokerto Raih Penghargaan Zero Reported Case PMK

"Tinggal di-scan barcode, nanti datanya akan muncul disitu lengkap," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga aktif turun ke lapangan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di kandang ternak warga. Hal itu dilakukan sebagai langkah pengendalian PMK di Bangkalan.

Pisau Dapur Hilang, Nyawa Istri Melayang
News

Pisau Dapur Hilang, Nyawa Istri Melayang

jatimnow.com - Seorang wanita bernama Parsi (52) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumah kontrakannya Jalan Simo Gunung Barat Tol Gang 2A,