Pixel Code jatimnow.com

3 Proyek Pasar Disdagrin Jombang Senilai Rp11,3 M Tak Rampung

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Bangunan Pasar Pon mendapat sorotan lantaran tidak rampung sesuai waktu yang ditentukan. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Bangunan Pasar Pon mendapat sorotan lantaran tidak rampung sesuai waktu yang ditentukan. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tiga proyek milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang belum tuntas dikerjakan. Ketiga proyek pembangunan itu meliputi Pasar Tunggorono, Pasar Pon, dan Pasar Perak.

Ketiga pembangunan pasar dengan biaya total Rp11,3 miliar itu dipastikan tidak tuntas sesuai jadwal. Hal ini dibenarkan Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Jombang, Supradigdo. 

Supradigdo mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi atas proyek tersebut pada akhir tahun ini. Di mana pihaknya memastikan jika ketiga proyek tersebut harus selesai pada tahun 2023.  

"Informasi yang kami dapat dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) tidak hanya Pasar Pon dan Tunggorono saja yang belum selesai. Pasar Perak juga mengalami keterlambatan," ungkapnya, Kamis (29/12/2022).

Dari total proyek Rp11,3 M itu terbagi pada proyek Pasar Pon menghabiskan anggaran sebesar Rp3,9 M, Tunggorono Rp3,7 M, dan Pasar Perak Rp 3,7 M. Ketiganya, lanjut Digdo, sapaannya, mendapat tambahan waktu hingga 50 hari kerja.

"Ada penambahan waktu 50 hari. Tapi adanya tambahan waktu itu juga diberlakukan denda sesuai aturan 1/1.000," katanya.

Tak hanya itu, Digdo menambahkan jika sejumlah proyek yang molor lainnya, hingga kini masih dalam proses pembangunan, dan diperkirakan akan selesai akhir tahun nanti.

"Seperti RSUD Ploso ini optimistis bisa tuntas akhir tahun ini," tegasnya.

Baca juga:
Remas Payudara Siswi, Pria di Jombang Diamankan Polisi

Ia juga mengaku jika proyek taman milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga bisa selesai akhir tahun 2022, meski sudah mengalami keterlambatan.

"Informasi dari DLH untuk proyek taman ini diresmikan pada akhir tahun nanti," ucapnya.

Meski demikian, ia menyebut jika pelaksanaan proyek yang tidak selesai sesuai kontrak awal, baru bisa diketahui pada bulan Januari tahun depan.

"Kalau sekarang masih belum bisa memberikan keterangan, berapa jumlah proyek yang molor. Nanti pada bulan Januari. Sekarang bisa ditanyakan ke dinas masing-masing," bebernya.

Baca juga:
7 OPD Dipanggil DPRD Jombang, Oh Ternyata Ini Penyebabnya

Hingga kini, pihaknya mengaku masih melakukan pemantauan terhadap proyek yang bukan dari dinas teknis.

"Kalau untuk jalan itu kan dari dinas teknis. Kami hanya membantu yang dari dinas non teknis. Kenapa kendalanya dan bagimana solusinya nanti," pungkasnya.