Pixel Code jatimnow.com

Elektrifikasi Wilayah Jatim 99,36 Persen, 100 Persennya Kapan?

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Bramanta Pamungkas
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Realisasi rasio elektrifikasi di Jawa Timur saat ini mencapai 99,36 persen. Artinya masih ada 0,64 persen wilayah belum hidup tanpa listrik. Wilayah "gelap" itu di sebagian pulau-pulau berpenghuni. Rasio elektrifikasi ditargetkan akan rampung 100 persen pada tahun 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan bantuan Instalasi Rumah Sambungan Rumah (IR-SR) dan hibah token listrik secara simbolis kepada masyarakat Tulungagung.

Khofifah mengatakan, elektrifikasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saat ini semua aspek seperti ekonomi, pendidikan dan kegiatan sosial lain sangat membutuhkan aliran listrik. Untuk itu pihak Pemrov sangat memprioritaskan program elektrifikasi tersebut.

"Supaya mereka yang belajar bisa lebih nyaman, yang beribadah di malam hari juga bisa lebih tenang," ujarnya, Kamis (29/12/2022).

Khofifah juga memberikan bantuan Instalasi Rumah Sambungan Rumah (IR-SR) dan hibah token listrik secara simbolis kepada masyarakat Tulungagung. Tercatat untuk bantuan IR-SR di Tulungagung mencapai 249 rumah dan bantuan hibah token listrik mencapai 305 rumah.

Baca juga:
Program Pasang Baru Listrik Sasar 551 Rumah Warga Lamongan

Untuk wilayah Jawa Timur, total Pemprov telah memberikan bantuan IR-SR kepada 2.700 penerima manfaat. Sedangkan untuk program bantuan sosial token listrik diberikan kepada 19.501 KK.

"Saya meminta bantuan, jika masih ada rumah di wilayah pegunungan ataupun di wilayah pesisir patai belum teraliri listrik bisa dilaporkan. Agar nantinya bisa dialiri listrik dikemudian hari," tuturnya.

Baca juga:
Warga Ngebel Ponorogo Tanpa Listrik PLN Akibat Tanah Longsor

Sementara itu, GM PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Lasiran menyatakan hingga saat ini mereka masih berupaya untuk menyalurkan aliran listrik ke sejumlah pulau. Berdasarkan pendataan terdapat total 43 pulau di Jawa Timur yang berpenghuni. Dari jumlah tersebut sebanyak 19 pulau belum mendapatkan aliran listrik dari PLN.

"Tahun ini kita membangun di 6 pulau, sisanya akan kita rampungkan tahun depan," pungkasnya.