Pixel Code jatimnow.com

Bupati Jombang Kunjungi Museum Wayang Potehi di Gudo

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat meninjau museum wayang potehi di Gudo.(Foto: Humas Pemkab Jombang)
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat meninjau museum wayang potehi di Gudo.(Foto: Humas Pemkab Jombang)

jatimnow.com - Kabupaten Jombang memiliki beberapa Klenteng yang unik. Hal ini dikarenakan di klenteng tersebut terdapat, museum. Museum ini didirikan, kurang lebih 6 tahun silam.

Selain itu museum ini menyimpan berbagai benda kuno dari peninggalan dinasti China, hingga zaman Majapahit. Uniknya, museum ini menyimpan boneka wayang potehi, yang dikenal luas oleh masyarakat.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengunjungi Klenteng Hong San Kiong. 

Bupati mengatakan di klenteng ini terdapat museum dengan sebutan Museum Potehi. Museum dan Klenteng ini terletak di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Dan memiliki nilai budaya yang cukup tinggi.

"Berbicara tentang wayang Potehi di klentheng Gudo Kabupaten Jombang Jombang tidak bisa dilepaskan dari sosok yang Pak Toni Harsono," ungkap Bupati, Jumat (6/1/2023).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, Toni Harsono bukan hanya pegiat seni, namun seorang pejuang yang tak kenal lelah dan pantang menyerah dalam upaya melestarikan serta mengembangkan wayang potehi.

Bupati menegaskan, komitmen Pak Toni dalam merawat kesenian wayang potehi ini diwujudkan dengan mendirikan museum wayang potehi dan pergelaran wayang potehi secara berkala di Klentheng Gudo.

Baca juga:
Selamat! Pemkab Jombang Terima Penghargaan dari Mendes PDTT

"Pak Toni Harsono telah mendedikasikan hidupnya untuk seni wayang potehi serta kehidupan para pelaku seni wayang potehi. Potehi telah membawa nama Jombang melalui duta perjalanan budaya ke Tong Tong Fair Den Haag, Belanda," paparnya.

Bupati mengaku, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang akan memberikan dukungan berupa fasilitasi kelompok potehi pada tampilan serta mengenalkan wayang potehi ini pada para peserta didik di sekolah.

"Wayang potehi, kesenian tradisional asal Tionghoa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Perpaduan unsur budaya asal daratan Cina dengan budaya lokal memberi warna tersendiri bagi etnis Tionghoa di Nusantara termasuk yang ada di Kota Santri-julukan Kabupaten Jombang," pungkasnya.

Baca juga:
Wawancara Khusus BRIN dengan Bupati Perempuan Pertama di Jombang, Hj Mundjidah

Wayang potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional asal Cina Selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Secara harfiah, bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain. 

Wayang ini dimainkan menggunakan lima jari. Tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang. Kesenian tradisional dari Tionghoa ini telah berkembang selama kurang lebih 3.000 tahun lalu telah ada sejak Dinasti Jin (265-420 M).

Untuk memainkan wayang potehi ini membutuhkan 5 pemain, 2 pemain berperan sebagai dalang dan 3 pemain sebagai pengiring musiknya. Wayang yang dimainkan berbeda-beda tergantung ceritanya, untuk alatnya ada tambur, musik gesek, simbah, dan lain-lain.