Pixel Code jatimnow.com

Pedagang Pasar Larangan Blokade Jalan Raya, Tolak Relokasi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Blokade para pedagang pasar di depan Pasar Larangan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Blokade para pedagang pasar di depan Pasar Larangan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan pedagang Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo yang tergabung dalam Paguyuban Putra Daerah nekat memblokade jalan raya Sunandar Priyo Sudarmo, tepatnya di depan Pasar Larangan.

Penutupan tersebut imbas penolakan relokasi yang akan rencananya akan dilaksanakan pada Jumat (6/1/2023).

Ketua Paguyuban Putra Daerah, Yasin saat ditemui di lokasi, menerangkan bahwa pihaknya membersamai puluhan pedagang yang menolak direlokasi ke sebelah barat Pasar Larangan.

"Kami sudah di sini puluhan tahun. Kami juga selama ini bayar retribusi kok ke dinas. Kami ada buktinya semua," ujar Yasin.

Yasin juga menjelaskan bahwa para pedagang yang semula tercatat hingga 200 pedagang lebih, saat ini separuh lainnya menyetujui relokasi. Sedangkan sisanya tetap menolak.

Baca juga:
Berita Trending Pekan Ini: Para Lelaki Baca Nomor 1, Piye Iki?

Dimas, penasihat hukum para pedagang, mengatakan bahwa ada hal yang memang harus kembali dikomunikasikan antara pedagang dengan pemerintah.

"Para pedagang ini sudah membayar retribusi sendiri. Bahkan ada indikasi jual-beli stand pasar yang memang sudah lama ditujukan untuk pedagang," ujar Dimas.

Baca juga:
Pedagang Pasar Larangan, Duduk Bersama Bersilaturahmi, Investasi Tembus Rp2 T

Hingga saat ini, dampak penutupan Jalan raya Sunandar Priyo Sudarmo yang mengarah ke Jalan Diponegoro oleh pedagang mengakibatkan kemacetan sejauh hampir 1 kilometer.

Pengguna jalan yang menuju ke Jalan Diponegoro dialihkan menuju Jalan Majapahit.