Pixel Code jatimnow.com

Korban Kekerasan Seksual, Rumah Istri DPRD dan Terseret Arus Sungai

Editor : Redaksi
Anggota Brimob berjaga-jaga di rumah istri Ketua DPRD Jatim yang diperiksa KPK, Jumat (20/1/2023). (foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Anggota Brimob berjaga-jaga di rumah istri Ketua DPRD Jatim yang diperiksa KPK, Jumat (20/1/2023). (foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Siswi SMP korban kekerasan seksual menjadi berita pilihan pembaca pada Jumat (20/1/2023).

Adapun rumah istri Ketua DPRD Jatim di Lamongan yang diobok-obok KPK menyusul di urutan kedua. Redaksi jatimnow.com juga menyuguhkan berita ketiga terkait dua wanita terseret arus sungai di Kediri.

Berikut laporannya:

Siswi SMP di Pasuruan Diperkosa Bapak-bapak Mesum, Pacarnya Malah Kabur

Siswi SMP menjadi korban pemerkosaan bapak-bapak mesum saat berpacaran dengan pacarnya di sebuah pekarangan Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Saat perpacaran, siswa SMP berumur 14 tahun itu tiba-tiba diseret bapak-bapak berinisial Edi Suwandi (42), warga Lingkungan Ledok Selatan, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Mendapati itu, pacar korban bukannya membela, tapi malah kabur.

Baca juga:
Rekannya Dibacok, Ratusan Pesilat di Lamongan Geruduk Kantor Polisi

Rumah Istri Ketua DPRD Jatim di Lamongan Digeledah KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi di Lamongan. Sebelumnya, petugas KPK juga melakukan hal serupa di Surabaya.

Kali ini sasarannya adalah rumah istri Kusnadi, Fujika Senna Oktavia di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan juga digeledah petugas.

Baca juga:
Prospek Pembangunan 2023, Camat dan Kepala OPD Lamongan Diminta Satu Frekuensi

Fakta di Balik Dua Wanita Terseret Arus Sungai Bruno Lereng Wilis

Sebuah video memperlihatkan dua wanita terseret arus Sungai Bruno di Lereng Wilis, Kabupaten Kediri, viral di media sosial.

Marketing Communication (Marcom) House of Riverside Kediri, AM Lukman membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di kawasan mereka. Katanya, empat wanita yang terlihat dalam video itu merupakan pengunjung kafe.