Pixel Codejatimnow.com

Sesal Senior Penganiaya Mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Farizal Tito
Tampang AJP, mahasiswa Poltekpel Surabaya yang menganiaya yuniornya hingga meninggal (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Tampang AJP, mahasiswa Poltekpel Surabaya yang menganiaya yuniornya hingga meninggal (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - AJP, mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya yang menganiaya MR, yuniornya hingga meninggal, akhirnya meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Mahasiswa berumur 19 tahun asal Banyuurip Surabaya itu telah mengenakan baju tahanan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Saat dihadapkan ke kamera wartawab, AJP terus menundukkan kepala dengan kondisi tangan terborgol.

Pemuda berambut cepak itu sesekali bicara, dengan suara terdengar bergetar dan terbata-bata.

"Saya sangat menyesali perbuatan saya. Saya mohon maaf," ucap AJP saat ditanyai Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Fakih dalam rilis kasus, Jumat (17/2/2023).

Baca juga:
Perahu Rombongan Mahasiswa Tenggelam di Perairan Bawean, 1 Korban Meninggal

AJP ditetapkan sebagai tersangka dan ditahap setelah memukul uluhati MR sebanyak dua kali dengan tangan kosong. Akibat itu, MR meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya.

Kasus itu terbongkar setelah M Yasin, ayah MR melihat sejumlah luka pada jenazah anaknya. Yasin lalu melapor ke Polsek Gununganyar, hingga kasus itu ditangani Unit Resmob Polrestabes Surabaya hingga tuntas.

Baca juga:
Ini Sosok Galang Mahasiswa IPB yang Meninggal di Pulau Sempu Kabupaten Malang

Proses ekshumasi atau pembongkaran makam di Mojokerto, tampat tinggal korban dilakukan untuk proses autopsi jenazah. Langkah itu ditempuh untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Sebelumnya dalam pemeriksaan, AJP mengaku membawa MR ke kamar mandi kampus dengan alasan pembinaan dari senior terhadap yunior. Di kamar mandi kampus itulah, pemukulan dilakukan.