Pixel Codejatimnow.com

51 Sekolah Terendam Banjir Luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Salah satu sekolah terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu sekolah terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - 51 sekolah terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan, Selasa (21/2/2023). Data tersebut bertambah dari yang semula hanya 24 sekolah pada 5 hari sebelumnya.

Dari data yang dihimpun BPBD Lamongan, sekolah yang terendam banjir tersebut berada di 5 kecamatan dari 6 kecamatan yang terdampak.

Sekolah yang paling banyak terendam banjir berada di Kecamatan Deket dengan 11 SD dan 3 PAUD/TK. Disusul Kecamatan Kalitengah dengan 8 SD dan PAUD/TK, kemudian Karangbinangun 9 SD dan 3 PAUD/TK. Lalu Kecamatan Turi 4 SD dan 3 PAUD/TK, serta Kecamatan Glagah dengan 4 SD dan 1 PAUD/TK.

Dari pantauan, sejumlah sekolah terdampak banjir sudah memutuskan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar. Di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah misalnya, seluruh instansi pendidikan memilih meliburkan siswa akibat tingginya genangan air.

Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mulai menyikapi banyaknya sekolah terendam banjir. Kepala Disdik Lamongan, Munif Syarif sudah melakukan peninjauan ke beberapa sekolah itu.

"Sudah dilakukan peninjauan, 7 lembaga pendidikan di kecamatan terdampak banjir. Kami tetap mengupayakan semaksimal mungkin proses belajar tatap muka dilakukan," jelas Munif, Selasa (21/2/2023).

Baca juga:
Dwi Hari Cahyono Maju Pilwali Malang, Janji 100 Hari Prioritaskan Masalah Banjir

Menurut Munif, untuk sekolah terendam banjir, sebisa mungkin tetap menggelar pembelajaran tatap muka dengan memanfaatkan fasilitas balai desa.

"Desa memang cukup tanggap. Banyak di antaranya yang menawarkan untuk mempergunakan balai desa sebagai tempat belajar," ungkap dia.

Selain mempergunakan balai desa, terang Munif, opsi lain yang bisa diambil yakni menggelar kembali pembelajaran secara daring atau online.

Baca juga:
Tim SAR Susur Sungai Kedak, Cari Lansia yang Hilang Akibat Banjir Kota Kediri

"Ini sesuai dengan petunjuk bapak bupati terkait proses belajar di saat ada musibah banjir seperti saat ini," pungkasnya.