Pixel Codejatimnow.com

Pemkab Ponorogo Minta Bank Restrukturisasi Kredit Warga Terdampak Tanah Retak

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Ahmad Fauzani
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membantu warga terdampak tanah retak.

Kali ini pemkab meminta pihak perbankan untuk melakukan restrukturisasi kredit bagi warga terdampak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Kang Giri) menjelaskan bahwa tanah retak merupakan bencana. Warga terdampak yang mempunyai pinjaman direstrukturisasi pinjamannya di bank.

"Agar ada masa tenggat bencana tanah retak tidak diganggu oleh pinjaman perbankan," ujar Kang Giri, Selasa (7/3/2023).

Dia menilai saat ini secara psikis warga terdampak sedang sedih, sehingga tidak mungkin untuk mengangsur pinjaman.

Baca juga:
Unej Tinjau Kebencanaan dari Sisi Sosiologi, Gelar Praktikum di Lumajang

"Makan aja bagi warga terdampak itu susah. Saya minta semua perbankan yang kebetulan mempunyai nasabah kredit warga terdampak untuk melakukan restrukturisasi," tegas Kang Giri.

Dia menyebut, restrukturisasi itu diperbolehkan oleh aturan. Waktu restrukturisasi cukup satu tahun. Karna enam bulan selesai untuk penempatan hunian sementara, sehingga warga terdampak sudah bisa bekerja.

Baca juga:
4 Pos Pantau Tambahan Dibuka BPBD Surabaya, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

"Barangkali waktu 6 bulan saat bekerja warga terdampak bisa berpikir mencari solusi utang. Model relaksasi ini, seperti yang diberikan kepada para peternak yang terdampak Penyakit Kuku dan Mulut (PMK)," papar dia.

Bencana tanah retak di Dukuh Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo itu membuat 43 kepala keluarga (KK) berisi 139 jiwa diungsikan.