jatimnow.com
Pondasi Bangunan Model Sarang Laba-Laba Diklaim Lebih Tahan Gempa

Konstruksi sarang laba-laba

jatimnow.com - Runtuhnya bangunan pada saat gempa terjadi, salah satu penyebabnya karena kekuatan konstruksi yang tidak bisa menahan beban saat terjadi guncangan.

Konstruksi sarang laba-laba ini berbentuk rib atau rusuk, setelah itu diisi menggunakan tanah dan dipadatkan. Setelah pemadatan, ditutup beton bertulang. Dimana bentuk pembesian pada pertemuan plat dan kolom, seperti sarang laba-laba.

Hal Agus B. Sutopo, Tim Ahli PT Katama, Perusahaan pemilik paten Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-Laba, pada acara ‘Architectural Products Workshop Surabaya di Hotel Novotel.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Ia menyatakan, desain konstruksi sarang laba-laba tepat untuk bangunan-bangunan dengan ketinggian delapan lantai ke bawah, Apron, Exit Taxiway, Jalan dan Pergudangan. Kondisi ini akan lebih aman bagi pengguna bangunan maupun masyarakat pada umumnya. 

Banyaknya konstruksi gedung yang roboh akibat kurang pedulinya arsitek tentang aturan gempa dalam mendesain pembangunan. Imbasnya, ketika mendapatkan goncangan sedikit maka bangunan tersebut langsung runtuh.

 “Kita harus mendesain setiap bangunan yang memiliki konstruksi tahan gempa. Sebab, Indonesia rawan terhadap gempa dan merupakan negara yang terletak diantara lintasan lempeng Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia” katanya.

Konstruksi sarang laba-laba, tambahnya, salah satu penemunya adalah almarhum Sutjipto, politisi senior PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Ini ada kabar dari NTB kalau bangunan dengan konstruksi kita masih kuat berdiri," terang Agus, Kamis (16/8/2018).

Konstruksi ini mulai mendapatkan tempat di masyarakat, tahun 2017 ada sekitar hampir 100 bangunan yang dikerjakan di seluruh Indonesia. 

Loading...

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Berita Terkait