Pixel Code jatimnow.com

Wisata Kera Mistis di Kuburan

Editor : Arif Ardianto
Pintu masuk pemakaman atau wisata ketek'an/Foto: Wanda R Putri
Pintu masuk pemakaman atau wisata ketek'an/Foto: Wanda R Putri

jatimnow.com- Keberadaan kera abu-abu di lokasi pemakaman umum Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, diduga sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Berbagai cerita mistis pun menyelimuti keberadaan kera yang biasa nongkrong di Jembatan Ngujang ini.

Ribut Katenan, seorang penjaga makam setempat menuturkan pada tahun 80-an dulu, pernah ada sekelompok orang yang mencoba membawa kera tersebut.

Mereka memancing kera masuk ke dalam mobil yang dikendarainya. Begitu kera sudah masuk, mereka langsung membawanya ke arah Surabaya.

"Belum sampai ke Surabaya, salah seorang penumpang di dalam mobil itu kesurupan dan meminta untuk mengembalikan kera-kera itu," kata Ribut, Senin (20/8/2018).

Selain itu, ada pula cerita lainnya yang tidak masuk akal. Pernah ada salah seorang oknum anggota tentara yang berkunjung ke pemakaman itu dan kemudian menembak salah satu kera hingga mati.

"Nah, saat dia pulang, oknum tentara itu kecelakaan dan diduga ada kaitannya dengan pembunuhan kera di pemakaman ini," imbuhnya.

Ribut juga menjelaskan, Kera-kera ini sering dikaitkan dengan adanya petilasan eyang Setono Renggo yang ada di kawasan pemakaman ini. Bahkan, beredar kabar bahwa kera ini merupakan makhluk gaib atau kera jelmaan.

Baca juga:
Makam Kuno Peninggalan Belanda di Jombang, Konon Dijaga Ular Gaib Raksasa

"Ini yang salah, kera di sini bukan kera jelmaan atau makhluk gaib, tapi kera di sini dilindungi oleh kekuatan gaib," tegas Ribut.

Generasi ke 3 penjaga makam ini tidak menampik banyak masyarakat yang datang untuk tujuan tertentu di petilasan tersebut. Kebanyakan mereka ngalap berkah atau mencari pesugihan.

"Mereka datang untuk tujuan yang berbeda-beda dan bermacam-macam," imbuhnya.

 

Baca juga:
Mengulas Tempat Angker di Kota Kediri: Pemakaman hingga Bekas Gedung Bioskop

Penulis : Wanda R Putri

Editor: Arif Ardianto