Pixel Code jatimnow.com

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini Ajakan Bupati Trenggalek Mas Ipin

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Bramanta Pamungkas
Pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar oleh Pemkab Trenggalek. (Foto-foto: Pemkab Trenggalek for jatimnow.com)
Pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar oleh Pemkab Trenggalek. (Foto-foto: Pemkab Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek menggelar upacara peringatak Hari Lahir Pancasila di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Dalam peringatan tersebut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan diri mengapa 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Penetapan Hari Lahir Pancasila ini berkaitan dengan adanya peristiwa penting. Pada tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), teks asli Piagam Jakarta yang berisi dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, disahkan.

Pancasila kemudian menjadi landasan ideologi negara Indonesia setelah kemerdekaannya pada tahun 1945.

"Menjadi satu momentum penting refleksi, kenapa Pancasila itu harus ada dan Apa maksudnya Pancasila? Dalam literatur sejarah mulai 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dibentuklah suatu badan Persiapan Kemerdekaan atau BPUPKI. Dokuritsu Junbi Cosakai yang ketika itu diminta oleh pimpinan sidang satu buah pertanyaan apa dasarnya jika Indonesia merdeka?" ujarnya, Kamis (1/6/2023).

Bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin ini juga mengajak mengingat kembali peristiwa 1 Juni 1945. Menurutnya kemerdekaan adalah satu jembatan emas yang di ujung itulah baru kita akan bangun tamansari Indonesia merdeka.
Masyarakat harus bersyukur jembatan itu telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. Sedangkan saat ini kita generasi penerus sedang membangun yang namanya tamansari Indonesia merdeka.

Baca juga:
Trenggalek Terima Anugerah Merdeka Belajar Kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan

Dalam peringatan hari lahir Pancasila, Mas Ipin mengajak warga membangun Kabupaten Trenggalek secara gotong royong dengan tidak memikirkan yang hal yang remeh.

Bagi Mas Ipin, membangun tidak harus menunggu sampai ada anggaran dulu. Untuk membantu orang miskin juga cukup dengan menggunakan sila kemanusiaan yang adil dan beradab.

Baca juga:
Pembebasan Lahan JLS Trenggalek Butuh Rp200 Miliar

"Maka kalau kita berpendapat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bung Karno, kita mendeklarasikan diri sebagai insan insan Pancasila, maka kita semua harus pahami sebagai warga negara dan juga bagian dari bangsa Indonesia maka sepatutnya kita bersyukur kita memiliki founding father yang telah memberikan pondasi jenius. Kalau beliau sudah memperjuangkan yang namanya political independence, maka saat ini yang harus kita perjuangkan political konsistensi konsisten terhadap cita-cita Pancasila itu sendiri tidak hanya menghafalkan sila Pancasila tapi kemudian mengamalkan silakan Pancasila," pungkasnya.