Pixel Codejatimnow.com

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Malang Galakkan Gerakan Tanam Cabai Bersama

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Gerhana
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan bantuan bibit cabai beberapa waktu lalu. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan bantuan bibit cabai beberapa waktu lalu. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)

jatimnow.com - Pemkot Malang tengah menggalakkan gerakan menanam cabai kepada warganya. Hal itu diungkapkan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat pada Rabu (29/11/2023).

Dia mengatakan, gerakan menanam bibit cabai dalam rangka penyediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga untuk menekan angka inflasi di Kota Malang.

"Dengan gerakan menanam cabai ini merupakan salah satu bentuk investasi atau menabung dengan cara menanam bahan pokok dapur sehingga dapat meminimalisir pengeluaran rumah tangga masing-masing," kata Wahyu pada Rabu (29/11/2023).

Pemkot Malang juga memberikan bantuan kepada 25 kelompok tani yang terdiri dari kelompok urban farming, kelompok tani dan kelompok wanita tani pada tahun 2023 ini. Bantuan yang diberikan berupa bibit cabai sebanyak 4.862 bibit, media tanam, pupuk kandang dan pupuk NPK.

Baca juga:
Ketua KPPS di Kota Malang Meninggal Dunia Gegara Kelelahan Bertugas

Wahyu juga berpesan, bantuan bibit cabai yang diberikan agar dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Hal ini sebagai upaya dalam penumbuhan dan pengembangan budidaya berbasis pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun berbasis agribisnis.

"Sehingga, nantinya tanaman cabai yang dihasilkan dapat menjadi komoditas unggul diwilayahnya masing-masing, yang tujuannya membawa pada kesejahteraan bersama," katanya.

Baca juga:
Warga Kota Malang Waspadai Penyakit Leptospirosis saat Musim Hujan

Sebagai informasi, bantuan bibit cabai yang akan ditanam dengan masa panen sekitar 1,5 - 2 bulan kedepan. Nantinya, Pemkot Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan melakukan monitoring secara berkala.

Kedepan, bantuan juga diberikan dari Bank Indonesia sebanyak 5.000 bibit yang dapat dimanfaatkan untuk kembali memberdayakan lahan kosong dengan penerapan urban farming.