Pixel Codejatimnow.com

Hadiri Deklarasi Relawan di Trenggalek, Mahfud MD: Jika Tidak Cocok Ga Usah Pilih

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD saat menghadiri deklarasi relawan di Trenggalek.(Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD saat menghadiri deklarasi relawan di Trenggalek.(Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri deklarasi dan dukungan relawan, di Pondok Pesantren Sulaiman, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Deklarasi ini dihadiri oleh sejumlah kiai sewilayah Mataraman. Mahfud MD mengajak para santri dan kiai yang hadir dalam kegiatan tersebut, untuk menjaga kerukunan dan menjunjung nilai-nilai pesantren.

Mantan Rektor Universitas Islam Kadiri ini juga mengajak semua kiai dan santri untuk memilih sesuai bisikan hati nurani dan keyakinan yang terbaik tentang Indonesia.

Meskipun saat ini Mahfud MD menjadi Cawapres, namun para kiai dan santri tetap diminta memberi penilaian yang objektif dan benar.

"Jika cocok silahkan dipilih, tapi jika tidak gak usah," ujar Mahfud MD, Sabtu (2/12/2023).

Baca juga:
Ganjar Pranowo Kobarkan Semangat Bongkar Kecurangan Pemilu di Jatim

Mahfud MD juga menyinggung terkait tekanan politik yang bisa terjadi. Menurutnya jika tekanan politik yang tidak sehat dilakukan oleh pemerintah maka hal tersebut tidak perlu dilawan. Perlawanan dianggap akan sia-sia. Nantinya saat pemilihan mereka diharapkan tetap memilih sesuai dengan keyakinan dan hati nurani.

"Bagaimanapun isu itu ada, saya katakan tekanan politik kalau dari aparat dari pemerintah tidak usah dilawan, dilawan tidak ada gunanya, diiyakan saja nanti kalau pas pemilu nyoblos dipilih sesuai keyakinan," tuturnya.

Baca juga:
Video: Batu Akik Asli Trenggalek Sukses Tembus Pasar Internasional

Di hadapan para relawan, Mahfud MD berjanji meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan kiai kampung jika terpilih pada pemilu 2024 mendatang. Mantan Ketua MK ini berpendapat negara memiliki ribuan hektar tanah yang dapat dikelola oleh lembaga Pondok Pesantren. Alokasi dana pada APBN juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji tersebut.

"Kita akan hitung lagi anggaran negara biar ada alokasi untuk kesejahteraan guru ngaji," pungkasnya.