Pixel Codejatimnow.com

Polisi Cepek Berkalung QRIS di Sidoarjo, Ini Klarifikasi Pembuat Konten

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ahaddiini HM
Manager Marketing Dompet Digital SpeedCash, Digda Suyudi Rochman memberikan klarifikasi secara langsung kepada Jatimnow.com di kantor SpeedCash Delta Sari Waru Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Manager Marketing Dompet Digital SpeedCash, Digda Suyudi Rochman memberikan klarifikasi secara langsung kepada Jatimnow.com di kantor SpeedCash Delta Sari Waru Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Viralnya video polisi cepek pada laman medsos mendapat klarifikasi pihak SpeedCash selaku pembuat konten.

Manager Marketing Dompet Digital SpeedCash, Digda Suyudi Rochman secara langsung kepada jatimnow.com menyampaikan bahwa memang benar adanya konten tersebut berasal dari ia dan pihaknya.

"Iya, memang benar kita yang buat konten sebagai edukasi QRIS. Jadi sebenarnya sebelum bertemu dengan Bapak Agus dan Bapak Giono, kita sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan Bapak Mukid sebelumnya, sudah kita edukasi dan jelaskan juga sebelumnya. Karena Bapak Mukid tidak bisa secara tiba-tiba akhirnya tim membuat inisiatif dengan digantikan yang lain, akhirnya bertemu dengan Pak Agus dan Pak Giono," terangnya, Rabu (24/1/2024).

"Jadi SpeedCash itu merupakan PJP I (Pengelola Jasa Pembayaran) yang telah mempunyai lisensi dari Bank Indonesia, sehingga memiliki kewajiban untuk mengedukasi dan mendorong penggunaan QRIS di masyarakat, yang bisa dipakai seluruh lapisan masyarakat termasuk pak Oga/ Polcepek, tukang parkir, pekerja seni/ pengamen, influencer, youtuber, dan lain-lainnya," imbuhnya.

Giono saat memberikan penjelasan kepada Jatimnow.com dirumahnya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)Giono saat memberikan penjelasan kepada Jatimnow.com dirumahnya. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)Dari hal tersebut, Digda bersama timnya kemudian berinisiatif membuat QRIS untuk polisi cepek Aloha Waru.

"Maka kami berinisiatif untuk membuat video edukasi QRIS tersebut. Tidak ada maksud menipu, ini hanya salah paham, karena tim terburu-buru saat itu, kemudian mencari cara lain untuk menemukan peran pengganti dari kesepakatan sebelumnya," tambahnya.

"Karena orang pertama gak bisa, jadi kita cari polisi cepek lainnya. Saat edukasi berjalan tiba-tiba datang beberapa orang, sehingga edukasi tidak sampai berjalan sepenuhnya, karena kita menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan," terang Didga.

Lebih lanjut, ia menuturkan, ketika akan menjelaskan dengan menemui bapak Agus dan Giono, video tersebut sudah viral terlebih dahulu.

Mengenai dana yang terkumpul melalui QRIS, sudah ia serahkan kepada Giono salah satu polisi cepek Aloha.

Baca juga:
Truk Tangki Elpiji Terguling di Tarik Sidoarjo, 3 Orang Terluka

"Sudah kami serahkan kemarin pagi sekitar hampir Rp500 ribu dan juga kita sampaikan edukasi secara menyeluruh, baik ke Pak Giono ataupun kerabatnya," imbuh Digda.

Digda juga menyampaikan uang hasil sumbangan masyarakat baru diserahkannya, supaya saat diserahkan uang sudah terkumpul banyak.

"Jadi sengaja kita tunggu beberapa hari," tuturnya.

Ia menegaskan kembali mengenai akun QRIS Polisi Cepek Aloha juga telah diserahkan sepenuhnya kepada Giono dengan diketahui sang putri,

Baca juga:
Polisi Tegaskan Video Aliran Sesat Tukar Pasangan Dibuat Hanya untuk Konten

"Sudah diserahkan semua, juga dengan dibekali edukasi SpeedCash, aplikasi realtime untuk melihat pendapatan harian dan menarik dananya kapanpun saat dibutuhkan," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu polisi cepek Aloha, Giono (63) saat didatangi secara langsung di kediamannya menyampaikan hal yang senada yang telah diutarakan oleh Digda.

"Iya sudah ke rumah, sudah minta maaf karena salah paham. Sudah disampaikan juga uang yang dari masyarakat, ada Rp500 ribu dilebihkan, sebelumnya terkumpul Rp400 ribu. Terus sudah disampaikan juga ke anak saya untuk dikelola sendiri," pungkas Giono.

Sebelumnya, viral di media sosial (medsos) polisi cepek Aloha dengan menggunakan papan kalung QRIS, saat dikomfirmasi ternyata hal tersebut bagian dari pembuatan konten.