Pixel Codejatimnow.com

4 Pasien DBD di Tulungagung Meninggal Selama Januari - Februari

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rakhmad. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung terus meningkat. Hingga bulan Februari ini terdapat ratusan kasus DBD. Sebanyak 2 pasien DBD meninggal dunia bulan ini. Total sejak bulan Januari hingga Februari terdapat 4 pasien DBD meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, temuan kasus DBD di Tulungagung pada tahu 2024 ini jika dibandingkan dengan tahun 2023 lebih meningkat. Hanya saja, jika dibandingkan pada siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus saat ini tidak sebanding dengan 5 tahun lalu.

Berdasarkan data miliknya, pada tahun 2023 kemarin, temuan kasus DBD di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun hanya mencapai 206 kasus saja. Namun pada dua bulan pertama di tahun 2024, total temuan kasus DBD di Tulungagung sudah mencapai 113 kasus.

"Kalau perbandingannya tahun kemarin, temuan DBD di Tulungagung tahun ini memang meningkat. Namun jika perbandingannya siklus DBD 5 tahunan, temuan kasus tahun ini tidak ada apa-apanya dengan temuan kasus 5 tahun lalu," ujarnya, Rabu (28/2/2024).

Dari jumlah kasus tersebut, rinciannya pada bulan Januari sebanyak 56 kasus. Sedangkan pada bulan Februari terdapat temuan kasus DBD sebanyak 57 kasus.

Baca juga:
Sebaran Kasus DBD di Kabupaten Kediri, Ini 3 Wilayah Tertinggi

"Tahun ini masih dua bulan saja, temuan kasusnya sudah separuh lebih dari total temuan kasus pada tahun 2023 kemarin yang bahkan empat orang diantaranya meninggal dunia akibat DBD," ungkapnya.

Terkait tindak lanjut, Kasil menyebut jika pihaknya terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mengingat pada Maret 2024 diprediksi menjadi puncak DBD.

Baca juga:
DBD Ancam Warga Kabupaten Kediri, 2 Anak Meninggal

Selain itu, sosialisasi terkait pentingnya PSN di masing-masing desa juga akan terus dilakukan agar masyarakat tidak menyepelekan DBD. Selain itu akan dilakukan abatisasi pada tempat-tempat yang digenangi air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah DBD.

"Serbuk abate ini nantinya akan kami berikan kepada setiap petugas Puskesmas untuk diberikan kepada warga agar ditaburkan ke tempat-tempat genangan air untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti," pungkasnya.