Pixel Codejatimnow.com

Longsor Pronojiwo Lumajang Timpa Penambang Pasir, 4 Orang Hilang

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Sugianto
Longsor di Pronojiwo Lumajang yang timbun pekerja tambang. (Foto: tangkapan layar video IG)
Longsor di Pronojiwo Lumajang yang timbun pekerja tambang. (Foto: tangkapan layar video IG)

jatimnow.com - Longsor terjadi di Dusun Sumpit, Desa/Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sebanyak 4 penambang pasir dinyatakan hilang tertimpa longsoran.

Longsor yang terjadi sekira pukul 11.30 WIB juga ramai di media sosial Instagram, hingga Kepala Desa Pronojiwo Murdiono mengeluarkan penyataan terkait peristiwa tersebut.

Kades Murdiono dalam videonya menyampaikan, sudah ada alat berat eskavator yang berada di lokasi dan sudah melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor.

Banyak yang menyampaikan, akibat longsor jalan tertutup dan sementara belum bisa dilintasi. Bahkan ada informasi pengendara sepeda motor, juga tertimbun bersama kendaraannya.

Murdiono juga melaporkan, pihaknya bersama masyarakat tengah melakukan evakuasi untuk korban tertimbun longsor.

"Hanya satu korban yang sudah ditemukan, tinggal 4 orang korban lainnya," katanya.

Baca juga:
Usai Evakuasi 1 Korban Longsor Pronojiwo Lumajang, Pencarian Dilanjut Besok

"Saya Murdiono, Kades Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sekarang saya berada di lokasi penambangan pasir di Dusun Sumpit, yang mana pukul 11.30 tadi terjadi longsor besar dari gamping dan mengakibatkan kurang lebih 4 sampai 5 orang tertimbun," paparnya dalam video, Selasa (4/6/2024).

Hari ini, Rabu (5/6/2024), Murdiono bersama warga setempat dan alat berat masih dalam pencarian, serta memohon doanya, agar korban segera ditemukan.

Sampai dengan berita ini ditayangkan, pencarian korban tertimbun longsor masih dilakukan.

Baca juga:
Longsor Pronojiwo Lumajang Telan Korban, Pj Bupati: Perlu Tata Kelola Tambang

Belum ada keterangan resmi dari pihak yang terkait akan hal ini, seperti pernyataan resmi BPBD Kabupaten Lumajang, meskipun sudah ada 4 buah alat berat yang diturunkan dalam evakuasi.