Pixel Codejatimnow.com

SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan Terapkan Strategi Khusus Selama PPDB

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ahaddiini HM
Bagian Pelayanan Informasi Panitia PPDB SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan tahun ajaran 2024-2025, Syaifus Salam. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Bagian Pelayanan Informasi Panitia PPDB SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan tahun ajaran 2024-2025, Syaifus Salam. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Pengambilan PIN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah dapat dilakukan mulai 27 Mei hingga 14 Juni 2024, seperti halnya yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan.

Bagian Pelayanan Informasi Panitia PPDB SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan tahun ajaran 2024-2025, Syaifus Salam menjelaskan kepada jatimnow.com, pihaknya melayani pengambilan PIN, sejauh ini tidak mengalami kendala.

"Alhamdulillah, sudah berjalan 2 minggu untuk verifikasi pengambilan PIN, tidak ada kendala semua lancar. Kami melayani dari sekolah manapun yang niat mendaftar kemanapun yang penting ada untuk verifikasi atas nama SMA Negeri 1 Pandaan. Biasanya dalam pengunduhan data ada sampai 5 lembaga yang ditunjuk, jadi meski siswanya tidak mendaftar disini pasti kami layani untuk pengambilan PIN," ucapnya, Jumat (7/6/2024).

Ia melanjutkan, hingga kini, siswa yang mengambilan PIN di SMA Negeri 1 Pandaan telah berjumlah ratusan.

"Untuk di SMA Negeri 1 Pandaan sendiri pengambilan PIN total kurang lebih sekitar 800 sekian, belum termasuk hari ini," jelasnya.

Tidak hanya sekedar melayani pengambilan PIN, di SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan juga menerapkan strategi khusus sebagai aturan tegas terkait PPDB.

"Kami punya aturan tegas sebagai komitmen kami, dimana wali murid tidak boleh di area pengambilan PIN PPDB, disini khusus untuk siswanya saja. Hal ini kami lakukan untuk menghindari anggapan yang tidak-tidak, jadi wali murid menunggu di luar, terlebih ini juga bersamaan dengan berlangsungnya ujian sekolah," tegas Syaifus.

Ia melanjutkan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami selama ini mempelajari dari tahun ke tahun, kemudian kita terapkan ini agar tidak kebobolan dan agar tidak disangka gono-gini. Area SMA Negeri 1 Pandaan memang harus steril dari wali murid atau orangtua siswa," ujarnya.

Syaifus Salam juga menyampaikan, selain itu juga disediakan layanan Kami Bantu.

Baca juga:
Warga Tulungagung Keluhkan Titik Azimuth pada PPDB Online

"Kita juga sediakan layanan namanya kayanan Kami Bantu, jadi kita bantu permasalahan dan kendala yang dihadapi selama kami masih punya jalan kami usahakan tentang PPDB," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, adanya kesalahan input data yang kemudian menjadi keluhan wali murid atau siswa saat pengambilan PIN PPDB.

Menurutnya, setiap tahun selalu ada keluhan karena dampak acuan yang berbeda tahun lalu dengan tahun sekarang, misal tahun kemarin nilai terendah dan tertinggi berbeda dengan tahun ini, kemudian juga untuk jarak zonasi paling jauh dan dekat juga mengenai kesalahan input data.

"Biasanya banyak instansi-instansi dari MTS atau SMP baik swasta dan negeri yaitu mengalami kesalahan entry data. Sebetulnya saat data akan di entry siswa dipanggil oleh bagian pengupload data, disitu siswa bilang iya, iya, betul, betul, tidak dicek, ternyata salah dan banyak lembaga sekarang dijadikan 1 nilai KAI 3 KAI 4 dijadikan 1 baru dirata-rata, itu salah, yang jadi kendala kami seperti itu. Data sudah kunci, dimasukkan, keluar verifikaski di SMA Negeri 1 Pandaan, kemudian kami buka tidak bisa, terkunci karena ada kesalahan, mulai dari nilai, KK, alamat dan terbanyak sekarang di SKD," paparnya.

Ia melanjutkan, jika kesalahan data, misal salah masukan data tanggal atau bulan di KK, sementara saat ini KK jika kurang dari 1 tahun belum diakui oleh Dukcapil, sehingga disarankan untuk membawa KK lama.

Baca juga:
Strategi Kasek SMAN 2 Jember untuk Cegah Antrian Pengambilan PIN PPDB

"Kita akan tanya, kita kroscek. Jika kesalahan penulisan nilai kita masih bisa membantu, kalau masalah SKD, maka yang bersangkutan wajib, jika formnya ada, harus ke Dukcapil," tambahnya.

Di SMA Negeri 1 Pandaan Pasuruan sendiri kepanitian PPDB berjumlah 16 orang terdiri dari pembina, ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, pelaksana hingga pembantu umum.

"Kepanitian verifikator ada 2 orang, 1 lihat komputer, 1 manual supaya tidak menumpuk antrian dan tidak terlalu lama, jadi ada yang baca, disitulah baru ketahuan bahwa raa-rata MTs, SMP masih salah memberikan nilai. Alhamdulillah, sejauh ini kami dapat atasi," terangnya.

Syaifus Salam berharap orang tua siswa tidak mengkhawatirkan persoalan sistem PPDB.

"Orang tua jangan sampai disusahkan dengan hal seperti ini, kadang ada kekhawatiran orang tua mengenai PPDB anaknya, namun yang jelas pasti kita sebagai panitia akan membantu melayani para siswa mengenai apa yang dibutuhkan siswa beserta segala macam keluhannya hingga beres nantinya," tutup Syaifus.