Pixel Code jatimnow.com

Pelaku Begal Payudara Gentayangan di Kota Malang, Videonya Viral di Medsos

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Gerhana
Aksi begal payudara terekam CCTV dan viral di media sosial. (Foto: Tangkapan layar rekaman CCTV)
Aksi begal payudara terekam CCTV dan viral di media sosial. (Foto: Tangkapan layar rekaman CCTV)

jatimnow.com - Aksi begal payudara terekam CCTV dan viral di media sosial terjadi di Jalan Kertosentono, Kota Malang. Pelaku bercirikan laki-laki mengenakan jaket hoodie hitam mengendarai sepeda motor matik.

Dalam video berdurasi 15 detik itu, awalnya pelaku berkendara perlahan dari belakang korban yang sedang berjalan. Kemudian, pelaku mendekati korban dan dalam waktu sekejap memegang payudara korban.

Usai melakukan perbuatannya tersebut, pelaku meninggalkan lokasi. Korban mengalami syok dan sempat terdiam sebelum akhirnya berteriak minta tolong ke warga sekitar. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 07.25 WIB.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo mengatakan, korban sempat mendatangi pihaknya untuk membuat laporan pada Selasa (11/6/2024), sore.

Namun, pihaknya mengarahkan korban untuk membuat laporan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota.

"Karena yang memiliki kewenangan lebih spesifik adalah Unit PPA Polresta Malang Kota. Maka kami arahkan korban untuk melapor ke Unit PPA Polresta Malang Kota," kata Kompol Anton, Senin (17/6/2024).

Baca juga:
Polisi Buru Pelaku Begal Payudara Tulungagung yang Sempat Viral di Medsos

Ketua RT setempat, Slamet mengatakan, awalnya dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. Dia baru mengetahui kejadian itu, setelah mendapat rekaman CCTV yang tersebar di grup Whatsapp warga.

"Saat kejadian, saya sedang kerja. Jadi tidak tahu kronologi persisnya seperti apa," kata Slamet.

Slamet menuturkan, bahwa sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan korban yang mengalami kejadian tersebut.

Baca juga:
Viral Video Perempuan Kejar Pelaku Begal Payudara di Tulungagung

Diduga, perempuan yang menjadi korban itu bukanlah warga sekitar, atau penghuni kos.

"Saya belum dapat laporan sejauh ini dari orang yang mengalami di video tersebut. Warga juga tidak ada yang merasa menjadi korban. Kemungkinan korbannya anak kos," katanya.