Pixel Code jatimnow.com

Balita Tenggelam di Jati Park Jember, Pengelola Klaim Rutin Imbau Keselamatan

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Pemandian Jati Park Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pemandian Jati Park Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengelola wisata pemandian Jati Park Jenggawah, Kabupaten Jember, angkat bicara terkait insiden tenggelamnya seorang balita berinisial ACD (3), warga Kecamatan Kaliwates, pada Minggu (28/12/2025).

Owner Jati Park, H. Riyadi Kadir, menyatakan pihaknya secara rutin menyampaikan imbauan keselamatan kepada para pengunjung melalui pengeras suara setiap 15 menit. Imbauan tersebut ditujukan khususnya kepada orang tua agar selalu mendampingi anak-anak saat berada di area kolam renang.

“Setiap 15 menit kami selalu menyiarkan arahan kepada orang tua yang membawa anak usia di bawah 10 tahun agar tidak melepas anaknya saat berenang,” ujar Kadir saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin (29/12/2025).

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban sedang berenang di kolam renang Jati Park Jenggawah. Setelah ditemukan dalam kondisi tenggelam, korban segera dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke puskesmas terdekat bersama pihak keluarga. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kadir mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima, korban sempat disuapi oleh ibunya sebelum berenang. Padahal, pihak pengelola telah mengimbau agar pengunjung tidak berenang dalam kondisi baru selesai makan.

“Orang berenang seharusnya tidak dalam kondisi perut kenyang. Saat itu anak habis makan, sementara keberadaan ibunya tidak diketahui,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa pada saat kejadian terdapat dua orang petugas yang berjaga di lokasi. Namun keduanya sedang melaksanakan salat dhuhur karena kejadian terjadi selepas waktu salat.

“Waktu itu libur sekolah, tapi kondisi tidak terlalu ramai. Petugas ada dua orang, namun sedang salat dhuhur ketika kejadian berlangsung,” ungkapnya.

Baca juga:
Balita Tenggelam di Wisata Jati Park, DPRD Jember Minta Pengelola Tambah Petugas

Menurut Kadir, selama delapan tahun Jati Park beroperasi, insiden tenggelam hingga menyebabkan korban meninggal dunia baru pertama kali terjadi.

“Sejak berdiri delapan tahun lalu, belum pernah ada kejadian seperti ini. Ini yang pertama dan semoga tidak terulang lagi. Saya sudah mengingatkan petugas agar salat dilakukan secara bergantian,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola berencana menambah jumlah petugas penjaga kolam, terutama saat masa libur Natal dan Tahun Baru.

"Insya Allah saat libur Tahun Baru nanti akan kami tambah tiga petugas lagi. Pengawasan harus lebih ketat. Namun yang paling penting, orang tua tidak boleh lengah mengawasi anaknya, apalagi di kolam yang dalam,” imbuhnya.

Baca juga:
Balita Tewas di Kolam Renang di Jember, Pengamat Hukum Minta Pengelola Tanggung Jawab

Selain imbauan melalui pengeras suara, pengelola juga memasang sejumlah papan peringatan dan tulisan imbauan keselamatan di berbagai sudut area kolam renang.

“Tulisan imbauan juga sudah banyak kami pasang,” tambah Kadir.

Atas kejadian tersebut, pihak pengelola turut memberikan santunan kepada keluarga korban untuk membantu proses pemakaman dan kegiatan tahlilan. Kadir menyebut pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.