Pixel Code jatimnow.com

Ansor Karanggeneng Cetak Petani Militan, Lawan Krisis Pangan dari Desa

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
GP Ansor Kecamatan Karanggeneng, Lamongan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) 2025. (Foto: GP Ansor/jatimnow.com)
GP Ansor Kecamatan Karanggeneng, Lamongan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) 2025. (Foto: GP Ansor/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, mulai menggeser fokus kaderisasinya ke sektor paling krusial bagi warga, perut dan dompet.

Lewat Golden Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) 2025, organisasi pemuda nahdliyin ini menggembleng anggotanya menjadi "Patriot Ketahanan Pangan".

Strategi ini bertujuan mengubah wajah pemuda desa dari sekadar aktivis organisasi menjadi penggerak ekonomi berbasis pertanian.

Langkah ini diambil mengingat Karanggeneng merupakan wilayah agraris dengan potensi sumber daya alam melimpah. GP Ansor ingin memastikan para pemuda tidak meninggalkan sawah, melainkan memodernisasi cara kerja di sana.

Kepala Satgas Patriot Ketahanan Pangan PW GP Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya, turun langsung membakar semangat para peserta.

Pria yang karib disapa Kaji Deni ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi kader harus bermula dari pengelolaan potensi lokal di depan mata.

"Kami sampaikan materi ini sebagai ikhtiar membangun kemandirian yang berangkat dari kekuatan desa. Kader Ansor wajib menjadi bagian dari solusi atas persoalan pangan," ujar Kaji Deni saat mengisi materi di Lamongan, Minggu (28/12).

Dari Lapangan ke Rantai Bisnis Visi "Patriot Ketahanan Pangan" ini menuntut kader untuk tidak lagi alergi dengan lumpur.

Baca juga:
Ikhtiar GP Ansor Bangun Cetak Generasi Qur’ani Melalui MHQ 2026

Namun, mereka tidak hanya diajarkan cara menanam, melainkan juga menguasai hilirisasi produk pertanian, pengelolaan koperasi, hingga membangun sinergi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.

Kaji Deni melihat tantangan pangan masa depan tidak bisa hanya dihadapi dengan retorika. Perlu ada keberanian nyata dari pemuda untuk terjun langsung memotong rantai distribusi yang selama ini sering merugikan petani.

"Sudah saatnya kader GP Ansor Jawa Timur tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga menguasai proses produksi, pengolahan, hingga menjadi pelaku usaha pangan yang mandiri," tegasnya.

Menjawab Realitas Desa Senada dengan visi tersebut, Ketua PAC GP Ansor Karanggeneng, Arif Hasan, menyebut tema ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi sosial ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca juga:
Jatim Anti Gesekan, Ansor dan Muhammadiyah hingga Pemuda Katolik Bersatu

Sebagian besar anggotanya tumbuh dan besar di lingkungan petani, sehingga penguatan di sektor ini terasa sangat relevan.

"Kami merancang PKD ini agar kader Ansor tidak tercerabut dari realitas desa. Kami ingin mereka hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat," kata Arif.

Melalui pelatihan ini, kepemimpinan pemuda tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga kapasitas mereka dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif.

Ansor Karanggeneng berharap, lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang melek pangan ini mampu menciptakan ketahanan pangan yang dimulai dari meja makan warga desa hingga skala nasional.