jatimnow.com-Arema FC memperpanjang tren rekor tak pernah menang di kandang sendiri selama kompetisi Super League musim ini. Berlaga di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa sore (30/12), Singo Edan takluk atas tamunya Persita Tangerang.
Persita unggul melalui gol dari Andrejic Aleksa menit 90 memanfaatkan serangan balik berawal dari kesalahan Muhammad Rafli. Menariknya Persita berhasil mencuri poin penuh usai bermain 10 pemain pasca Andrean Benyamin Rindorino di kartu merah menit 69 dari wasit Asep Yandis.
Kekalahan ini juga membuat suporter Aremania marah atas capaian enam laga kandang tak pernah menang. Sejak melawan Dewa United pada 13 September 2025 lalu memang Arema FC gagal menang. Dari enam pertandingan, lima kekalahan dan sekali imbang diraih.
Aremania pun melampiaskan amarahnya usai laga melawan Persita Tangerang. Tampak puluhan suporter Arema FC menghadang bus yang dinaiki pemain Arema FC. Mereka menyalakan flare, bom asap, hingga kembang api, sebagai bentuk protes.
Tak ketinggalan cacian makian juga mengiringi pemain Arema FC saat keluar area Stadion Kanjuruhan. Sayang protes pemain itu tak direspon sama sekali oleh pemain. Mereka tetap di dalam bus untuk meneruskan perjalanan keluar stadion.
Bus pemain pun tersendat ketika keluar stadion sekitar pukul 18.24 WIB. Steward pun tampak bersiaga mengiringi kepulangan tim Arema FC dari Stadion Kanjuruhan, Malang. Meski sempat tersendat bus Arema FC berhasil keluar dengan selamat.
Menariknya sebelum bus Arema FC dihadang, bus Persita justru tak mendapat halangan berarti ketika keluar area stadion, Selasa malam sekitar pukul 18.15 WIB. Tak ada halangan berarti saat rombongan tim Persita keluar stadion.
Pelatih Arema FC Marcos Vinicius dos Santos Goncalves tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika memberikan keterangan di konferensi pers usai pertandingan. Menurutnya, timnya tak pantas untuk kalah di pertandingan melawan Persita Tangerang.
"Jadi semua tahu kami bermain bagus, kami mengontrol permainan dan menguasai bola, kami memiliki 19 peluang tembakan ke gawang. Mereka cuma memiliki dua peluang, satu peluang digagalkan Lucas (Frigeri), satu lagi gol," ujarnya.
Baca juga:
Jelang Derbi Jatim, Ribuan Persik Mania Beri Motivasi Macan Putih di Stadion GDJ Kediri
Pelatih asal Brazil itu menyoroti transisi pemainnya yang kurang bagus di saat unggul jumlah pemain dari lawan. Persita yang kalau jumlah pemain sepanjang pertandingan memang dikurung oleh Arema FC. Tapi penguasaan bola dari Muhammad Rafli yang direbut dimanfaatkan betul oleh Persita membangun serangan balik cepat.
"Situasi hari ini kita harus kontrol pertandingan, jadi harusnya bisa lebih baik dan bisa bermain lebih bagus untuk menciptakan peluang. Tapi transisi kami kurang bagus, dua kali mereka datang bisa mencetak satu gol," ucap Marcos Santos, sapaan akrabnya.
Marcos juga sadar timnya mandul di pertandingan tersebut. Kehilangan Dalberto Luan Belo sebagai mesin gol amat terasa dalam dua pertandingan kandang terakhirnya. Dedik yang diplot sebagai goal getter, memang sempat mencetak gol tapi dianulir wasit Asep Yandis usai mengecek Video Assitant Referee (VAR), karena terlebih dahulu terjadi pelanggaran.
"Kami ada banyak peluang, tetapi tidak ada solusi (mencetak gol). Kita harus lebih kerja keras supaya lebih siap, kira harus menyatukan tekad ketika sedang tertekan (dengan kekalahan) dan mewujudkan tujuan-tujuan baru tim. Ke depan saya kira kita harus memperbaiki hal ini," jelasnya.
Baca juga:
Arema FC Pinjamkan M Rafli Pasca Blunder Berujung Kekalahan di Stadion Kanjuruhan
Dirinya pun meminta maaf ke Aremania yang tak bisa membawa tiga poin lagi saat bermain di kandang. Ia pun menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab itu ke manajemen, dan masih percaya pemainnya bakal memberikan 100 persen kemampuan terbaiknya ke depan.
"Kalau melihat ini tim ini seharusnya bisa lebih baik, tapi kita tidak kasih Aremania yang terbaik dengan kejadian seperti ini. Sebenarnya saya sudah mempersiapkan tim yang terbaik, tapi memang saya bekerja sebagai pelatih, bukan sebagai pemain sehingga kami tidak bisa berbuat banyak," tukasnya.
Kekalahan ini Arema FC ini membuat posisinya melorot ke peringkat 11 klasemen sementara Super League musim 2025 - 2026. Singo Edan meraih 18 poin, hasil dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan.
Sementara Persita Tangerang kemenangan 0 - 1 di kandang Arema FC membuat posisinya naik ke peringkat lima klasemen sementara. Pendekar Cisadane, julukan Persita Tangerang meraih lima besar. Tim asuhan Carlos Pena itu meraih 25 poin hasil dari 7 kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.