jatimnow.com - BPJS Ketenagakerjaan di Kota Surabaya mencatat kinerja signifikan sepanjang tahun 2025. Total klaim jaminan sosial ketenagakerjaan yang berhasil diselesaikan mencapai 178.660 kasus dengan nilai manfaat menembus Rp1,94 triliun.
Angka tersebut mencerminkan peran strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan nyata bagi ratusan ribu pekerja di Kota Pahlawan.
Kontribusi besar juga datang dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak. Selama periode Januari hingga Desember 2025, kantor cabang ini menuntaskan 23.786 kasus klaim dengan total pembayaran mencapai Rp230,29 miliar.
Capaian tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam memastikan hak peserta terpenuhi secara tepat waktu dan akuntabel.
Berdasarkan data layanan, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) masih menjadi yang paling dominan. Sepanjang 2025, tercatat 12.781 kasus JHT yang diajukan baik melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) maupun layanan non-digital, dengan total nilai pembayaran sebesar Rp206 miliar.
Selain itu, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mencapai 4.828 kasus dengan nilai manfaat Rp16,74 miliar. Sementara Jaminan Kematian (JKM) tercatat sebanyak 638 kasus senilai Rp14,09 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 7.694 kasus dengan total pembayaran Rp5,35 miliar.
Baca juga:
BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Optimalkan Pelayanan, Klaim JHT Tertinggi di 2025
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti, menegaskan bahwa realisasi klaim tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja dari berbagai risiko sosial ekonomi.
“Pembayaran klaim sepanjang 2025 menjadi bukti komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada peserta. Kami memastikan setiap hak pekerja dibayarkan tepat waktu, tepat jumlah, dan dengan proses yang semakin mudah,” ujar Theresia, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, transformasi layanan digital terus diperkuat, khususnya melalui optimalisasi aplikasi JMO, guna mempermudah akses peserta sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi proses klaim.
Baca juga:
Sidoarjo Raih Universal Coverage Jamsostek 2025, Semua Pekerja Kini Punya Payung
“Digitalisasi layanan bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga memberi kepastian dan kenyamanan bagi peserta dalam mengakses hak mereka,” tambahnya.
Memasuki tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak menargetkan perluasan kepesertaan aktif, terutama dari sektor pekerja informal dan pelaku UMKM, yang selama ini masih rentan terhadap risiko kerja tanpa perlindungan jaminan sosial.
“Ke depan, kami fokus memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan kualitas layanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pekerja. Kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari perlindungan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” pungkas Theresia.