jatimnow.com – Pelayanan publik di Kantor Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, lumpuh gegara token listrik habis. Kondisi ini memaksa warga pulang tanpa mendapatkan layanan.
Pantauan di lokasi, Rabu (18/2/2026) sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah warga yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan terpaksa kembali ke rumah karena aliran listrik di kantor desa padam.
Indra (43), salah satu warga yang hendak mencetak Kartu Keluarga (KK), mengaku kecewa. Ia mengatakan bahwa setibanya di kantor desa, petugas menyampaikan listrik padam akibat kehabisan token dan tidak tersedia anggaran untuk membeli.
“Saya mau cetak KK, tapi sampai sini katanya listrik padam karena token habis. Bahkan tidak ada dana untuk beli. Padam sejak jam delapan pagi. Ada sekitar delapan sampai sepuluh warga yang antre akhirnya pulang,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nurmalia (36). Ia datang untuk memperbarui KK yang dibutuhkan sebagai syarat administrasi di tempat kerjanya. Namun, harapannya pupus karena pelayanan terhenti.
“KK ini penting buat saya karena diminta pabrik tempat saya kerja. Minggu lalu disuruh menunggu seminggu, sekarang mau saya ambil ternyata listrik padam,” keluhnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Patemon, Djoni Chairiyanto, membenarkan terhentinya pelayanan akibat kehabisan token listrik. Ia menjelaskan, hingga pertengahan Februari, anggaran dana desa belum cair sehingga operasional kantor terkendala, termasuk pembayaran listrik dan layanan internet.
Baca juga:
Korupsi Anggaran Desa, Kades di Tulungagung Divonis 3,5 Tahun
“Token listrik habis karena anggaran belum turun. Mohon maaf, bahkan perangkat desa juga belum menerima gaji sejak Januari hingga Februari,” ungkapnya.
Menurut Djoni, kebutuhan token listrik untuk operasional kantor desa mencapai sekitar Rp200 ribu per minggu. Listrik digunakan untuk mengoperasikan komputer, dua unit pendingin ruangan, serta menunjang pelayanan administrasi berbasis digital.
Selain itu, pembayaran layanan WiFi yang jatuh tempo setiap tanggal 20 juga belum terpenuhi, padahal koneksi internet sangat dibutuhkan untuk pencetakan e-KTP, KK, dan layanan administrasi lainnya yang terhubung secara daring.
Baca juga:
Inspektorat Tulungagung Sebut Belasan Desa Rawan Penyalahgunaan Anggaran
“Biasanya kalau token hampir habis, kami lapor ke Pj Kades sebelumnya dan langsung dibayarkan, nanti diganti setelah anggaran cair. Baru kali ini terjadi,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Djoni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia berjanji akan mengupayakan agar pelayanan dapat kembali normal secepat mungkin.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Insyaallah besok pelayanan sudah bisa kembali berjalan,” pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-82442-token-listrik-habis-pelayanan-kantor-desa-patemon-jember-lumpuh