jatimnow.com
Gugah Minat Anak-anak, Pria ini Sulap Pos Kamling Jadi Taman Baca

Anak-anak beraktifitas di taman baca di pos kamling

jatimnow.com - Pos kamling yang satu ini terlihat berbeda dengan pos kamling pada umumnya.

Jika kebanyakan pos kamling hanya akan disambangi (dikunjungi) pada malam hari saja untuk kepentingan ronda, tapi tidak pada pos kamling di Perumahan Puri Brawijaya Permai, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi ini.

Ya, ditangan Eris Utomo (41), pos kamling yang awalnya untuk menjaga keamanan kini disulap menjadi taman baca yang menyenangkan.

Pos Kamling didesain sedemikian rupa, sehingga menarik anak-anak di sekitarnya untuk datang.

Mereka bahkan betah berlama-lama di sana untuk bermain sambil belajar. Beragam buku bacaan tersedia disana.

"Itu bagian dari strategi bagaimana menarik minat baca sejak usia dini," jelas Eris, yang juga jurnalis televisi swasta nasional, ini, kepada jatimnow.com, Jumat (26/10/2018).

Dibantu Eva Fitriana (36), istrinya, dia mengelola Taman Baca Pos Kamling, disela kesibukannya sebagai jurnalis. Sejak didirikan dan dikelola pada awal 2016 silam, kini pengunjungnya tidak hanya anak-anak saja.

"Kebutuhan akan buku bacaan merambah ke pembaca usia dewasa. Dan banyak juga warga luar perumahan yang datang," tambahnya.

Buka setiap hari, mulai pagi hingga malam, Taman Baca Pos Kamling ini ramai dikunjungi. Koleksi judul bukunya telah mencapai ratusan buku sebagai referensi pengunjung.

Dibutuhkan inovasi untuk menumbuhkembangkan minat baca dari semua kalangan usia.

Yang terbaru, pria berbadan kekar ini menelurkan program tukar buku. Konsep sederhana namun efektif.

"Dalam hal ini, warga diperbolehkan untuk meminjam buku dengan menukar buku yang mereka bawa dari rumah. Sehingga referensi buku di perpustakaan tidak berkurang," beber pria pecinta tanaman anggrek ini.

Dia juga membudayakan pembaca jujur di Taman Baca Pos Kamling. Sebab itu pula, Taman Baca Pos Kamling ini tidak perlu dijaga seperti perpustakaan. Karena pada dasarnya, Taman Baca Pos Kamling adalah aset bersama.

"Pengunjung cukup membawa buku dari luar dan ditukar dengan buka yang ada di Taman Baca Pos Kamling serta mengisi buku pengunjung sebagai administrasinya. Gratis," tuturnya.

Inovasi pelayanan lainnya, apabila buku yang diharapkan belum ada. Pengunjung cukup menulis pesan pada secarik kertas yang sudah disiapkan untuk memesan buku.

"Konsep ini sekaligus sebagai upaya kami untuk konservasi terhadap pentingnya buku bagi warga, upaya meningkatkan minat baca dan kejujuran warga dalam meminjam buku", katanya lagi berpanjang lebar.

Sebagai program tambahan, ia mengadakan materi tambahan terutama bagi anak-anak. Seperti belajar menanam, belajar konservasi dengan melepas ikan di sungai dan melepas belut di sawah sehingga tidak monoton.

"Kita juga buka kelas alat musik tradisional seperti angklung kocak dan rebana. Kita ajak anak-anak menangkap ikan menggunakan bubu (alat menangkap ikan tradisional) yang ramah lingkungan" urainya lagi.

Loading...

Tak jauh dari Taman Baca Pos Kamling, tersedia semacam wahana yang diberi nama pantai baca. Pantai kecil buatan berpasir halus dan disediakan tempat duduk dari ban bekas.

"Pantai baca ini yang paling disukai anak-anak. Selain bisa membaca, mereka juga bisa bermain pasir layaknya di pantai," pungkasnya.

Sementara keberadaan Taman Baca Pos Kamling bisa bertahan karena mendapat dukungan dari warga sekitar. Karena bisa memberikan ruang bermain yang positif bagi anak anak.

"Kami bisa bermain sambil belajar," ucap Disti (11), siswa kelas 5 SD yang juga warga setempat.

Berita Terkait