Pixel Code jatimnow.com

Geger Air Sumur Bau Menyengat, Ternyata Ada Jasad Nenek yang Hilang di Sumenep

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Proses evakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Proses evakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Misteri hilangnya Saenah (66), seorang nenek asal Desa Laklaok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, selama dua hari akhirnya terungkap secara tragis. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sumur sedalam 40 meter, usai warga curiga dengan aroma air yang menyengat.

Peristiwa nahas ini terungkap saat warga hendak menggunakan air sumur tersebut untuk mandi. Merasa ada bau busuk yang tidak wajar, warga melakukan pengecekan ke dalam sumur dan terkejut mendapati sesosok tubuh manusia terbujur kaku di dasar perairan yang sempit tersebut. Temuan ini pun langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.

Merespons laporan penemuan jenazah, Kantor SAR Surabaya segera menerjunkan satu tim rescue dari Pos SAR Sumenep. Tim yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.05 WIB langsung berkoordinasi dengan keluarga dan unsur terkait untuk merancang skenario evakuasi yang cukup menantang.

Koordinator Pos SAR Sumenep, Nur Hadi Santoso, membeberkan bahwa proses pengangkatan jenazah tidak bisa dilakukan sembarangan mengingat kedalaman sumur yang mencapai 40 meter dan diameter yang hanya sekitar 1,2 meter. Petugas juga harus mewaspadai potensi gas beracun.

"Evakuasi kami awali dengan menurunkan mesin blower untuk membuang dan menetralisir zat beracun dari dalam sumur. Setelah aman, satu rescuer (penyelamat) turun menggunakan alat bantu pernapasan SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) dengan teknik lowering atau penurunan menggunakan tali," jelas Nur Hadi.

Baca juga:
Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember

Sesampainya di permukaan air dasar sumur, rescuer mengikatkan tali pengaman pada tubuh korban. Selanjutnya, tim di atas permukaan tanah menarik tubuh korban ke atas menggunakan teknik lifting (pengangkatan).

Proses evakuasi vertikal yang menggunakan metode High Angle Rescue Technique (HART) ini berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit. Jenazah korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari lubang sumur pada pukul 12.25 WIB.

Baca juga:
Dua Hari Hilang di Laut Sidoarjo, Nelayan Pasuruan Ditemukan Meninggal Dunia

Jenazah Saenah langsung dibawa menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

"Setelah korban selesai dievakuasi dan diserahkan ke keluarga, operasi SAR ini secara resmi dinyatakan ditutup," terang Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H.