Pixel Code jatimnow.com

Bayi Laki-laki Terbungkus Karung Goni Dibuang di Depan Toko Bangunan

  Reporter : Erwin Yohanes Irul Hamdani
Bayi yang ditemukan oleh warga, dalam perawatan puskesmas.
Bayi yang ditemukan oleh warga, dalam perawatan puskesmas.

jatimnow.com - Sosok bayi ditemukan tergeletak di depan toko di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Bayi laki-laki, itu ditemukan setelah tangisannya memecah keheningan, Rabu (14/11/2018) dini hari.

Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabar mengatakan, bayi malang itu ditemukan pertama kali oleh Jupri (44) dan Agus (18), warga setempat, sekitar pukul 00.30 Wib. Saat itu keduanya tengah memasang baliho tak jauh dari lokasi penemuan.

"Bayi laki-laki itu masih lengkap dengan tali pusarnya. Ditemukan di depan toko batako tepi Jalan Raya Jember, KM 54," katanya.

Bayi yang ditemukan di dalam karung goni itu kemudian dibawa kedua orang tersebut ke Puskesmas Kalibaru Kulon, untuk mendapatkan perawatan karena mengalami dehidrasi.

"Saat ini masih dirawat di Puskesmas," tambahnya.

Kepala Puskesmas Kalibaru Kulon, dr. Yati Ani Ningsih menambahkan, bayi tersebut masih dirawat di IGD. Dari pemeriksaan medis, diperkirakan jika bayi baru dilahirkan. Berat bayi sendiri mencapai 3 kilogram dengan panjang 48 sentimeter.

"Saat ini dalam kondisi stabil di IGD," jelasnya.

Penemuan bayi itu juga memantik sejumlah warga berdatangan ke Puskesmas Kalibaru Kulon. Mereka "berebut" untuk bisa mengadopsi bayi berparas ganteng tersebut. Namun pihak Puskesmas tidak bisa mengabulkannya.

"(Kami) tidak bisa melakukan hal tersebut, mengingat untuk tata cara adopsi bayi harus dilengkapi dengan persyaratan yang diajukan ke dinas sosial," pungkasnya.

Baca juga:
Sadis, Ibu Kandung di Jember Diduga Aniaya dan Buang Bayinya

Baca juga:
Pasangan Pelajar SMK di Blitar Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam