Jejak Kejahatan Jambret Sadis 'Pembunuh' Sulasmi di Surabaya

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Farizal Tito

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menginterogasi Arianto, jambret sadis 'pembunuh' Sulasmi

jatimnow.com - AR atau Arianto, jambret sadis yang 'membunuh' korbannya saat beraksi di Jalan Kalianak Barat, Surabaya berhasil diringkus. Saat ditangkap, pemuda 22 tahun itu ternyata melawan, sehingga kedua kakinya ditembak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan, pelaku Arianto ditangkap Kasatreskrim AKP Dimas Ferry Anuraga dan Tim Resmob. Arianto diburu setelah merampas tas Sulasmi (32), warga asal Jalan Wonosari VII, Semampir, Surabaya.

"Korban meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit PHC Perak," kata Agus, Senin (29/7/2019).

Baca juga:  

Sulasmi mengalami luka parah di kepala hingga koma setelah terpental dari motor saat tas miliknya dirampas AR dan kelompoknya di Jalan Kalianak Barat, Surabaya pada Kamis (11/7/2019) lalu.

Saat beraksi, Arianto yang merupakan warga Tanjungsari Jaya I/41, Surabaya itu beraksi bersama SAM temannya. Saat beraksi, Arianto bertugas sebagai joki. Dia ditangkap Dimas dan timnya pada Sabtu (27/7/2019) lalu.

"Pelaku (Arianto) tercatat sudah beraksi 14 kali selama satu tahun terakhir di beberapa wilayah di Surabaya," beber Agus.

Arianto, jambret sadis 'pembunuh' korbannya

Agus menambahkan, timnya terus memburu semua orang yang terlibat dalam kelompok Arianto. Sebab dari pemeriksaan, penyidik mendapati fakta bahwa kelompok Arianto berjumlah beberapa orang dengan peran yang sudah paten.

"AR ini sebagai joki, SAM (DPO) eksekutor. Dua kakak AR juga para pelaku. Satunya bertindak sebagai eksekutor dan satunya lagi yang menjual barang hasil kejahatan," beber Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Setelah beraksi, Arianto Cs selalu berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak saat diburu polisi. Bahkan, saat terkahir beraksi yang menewaskan korban Sulasmi, komplotan ini mengetahuinya.

"Karena viral, kawanan ini tahu jika korbannya meninggal dunia di rumah sakit. Motor sarana yang digunakan pelaku akhirnya dijual untuk menghilangkan jejak," jelas Agus.

Tak hanya itu, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang dibantu Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim itu tengah menyusun potongan puzzle untuk membongkar track record Arianto Cs. Hasilnya, penadah handpone (HP) milik Sulasmi juga teridentifikasi.

"Penadah handpone korban ditangkap Jatanras Polda Jatim. Dari situ muncul inisal B yang merupakan kakak kandung AR. Peran B adalah menjual barang hasil kejahatan," tambahnya.

Sasaran Arianto Cs adalah para wanita. Aksinya dilakukan antara pukul 02.00 hingga 06.00 WIB secara acak di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Catatan sementara, AR dan kelompoknya telah beraksi di Jalan Perak Barat-Timur, Jalan Kalianak, Jalan Margomulyo, Jalan Demak serta Jalan Tanjung Sadari.

Sementara, Arianto mengaku sering beraksi bersama dua saudaranya.

"Saya lima bersaudara, tiga laki-laki semuanya merupakan pelaku Pak. Almarhum bapak saya juga pelaku jambret," ucap Arianto.

Pemuda pengangguran ini beraksi bersama kakak dan komplotannya untuk kebutuhan foya-foya. Terlebih Arianto terinidkasi positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Tak hanya itu, Arianto tercata sebagai residivis. Ia yang saat itu masih berusia 17 tahun pernah ditangkap Polres Gresik karena kasus pencurian sebuah handpone.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter