Pengobatan Ningsih Tinampi

Ngeri! Ini Pengakuan Anak Buah Dajal Soal Kerusuhan di Indonesia

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Farizal Tito

Ningsih Tinampi melakukan percakapan dengan pasien yang kerasukan anak buah dajal terkait kerusuhan di Indonesia

jatimnow.com - Ningsih Tinampi, wanita asal Gang Lambau Dusun Lebakrejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal dengan kesaktiannya mengusir santet, kembali menyedot perhatian warganet.

Video proses pengobatan korban santet yang diposting di Channel YouTube Ningsih Tinampi menjadi viral lantaran mempertontonkan percakapan Ningsih dengan makhluk gaib yang mengaku sebagai anak buah dajal, tentang berbagai kerusuhan yang tengah terjadi di Indonesia.

Dalam video itu, sang anak buah dajal mengaku sengaja merasuki para perusuh termasuk mahasiswa agar terjadi kerusuhan. Bahkan ia mengaku menyusupi para ulama dan umat Islam agar terjadi kekacauan. Ia mengaku sengaja melakukan itu agar Indonesia, khususnya tanah Jawa hancur duluan saat kiamat terjadi.

"Aku mau bertanya kepadamu. Sekarang di Indonesia rusuh. Apa tugasmu? Jawab dengan jujur," tanya Ningsih Tinampi.

"Saya mengadu domba biar Indonesia makin rusuh. Saya senang, saya bangga Indonesia rusuh. Indonesia bakal kiamat dahulu di antara negeri-negeri. Itu misi saya dari tuanku," jawab sang dajal.

"Tuhanku ada di dekat kepulauan Indonesia, kepulauan dekat dengan Indonesia. Pokoknya tuan saya dekat dengan Indonesia. Pulau Jawa yang akan hancur dahulu," sambung dia.

Baca juga: 

Ningsih kemudian menimpali dengan menyebut bahwa orang Islam semuanya akan kembali ke Islam. Dan orang Islam akan kembali ke jalan Allah.

"Dasar anak buahnya dajal," tambah Ningsih.

"Ya, saya tidak bisa, cuma saya bisa mengadu domba. Saya akan merasuki satu demi satu para mahasiswa. Ya, saya mengadu domba," jawab pasien yang kesurupan itu.

"Ini mahasiswa harus ingat-ingat. Dia adalah anak buahnya dajal dan sudah menyebar banyak sekali. Biar (mahasiswa) bisa mengerem semuanya. Biar tidak terjadi yang namanya kerusuhan," terang Ningsih.

"Ayo ngomong lagi," bentak Ningsih kepada sang pasien pria tersebut.

"Iya, saya adu domba biar makin rusuh. Para ulama saya rasukin biar umat Islam hancur. Saya bangga dengan anak buahnya dajal. Saya bangga jadi anak buahnya dajal. Saya bangga diberi kesaktian oleh tuan saya. Tuan saya besar sekali," jawab pasien.

"Ingat, walupun aku perempuan, semampu dan sebisaku aku akan melawan kamu," tegas Ningsih.

Sang pasien yang kesurupan anak buah dajal itu kemudian menyebut Ningsih tidak akan bisa melawannya.

"Apa aku nggak bisa melawan kamu? Bukannya teman-temanmu banyak yang hilang sudah. Sini lihat aku buka matamu," kata Ningsih lagi.

Pasien itu kemudian meronta dan berteriak panas saat menatap pandangan mata Ningsih. Sembari berkomat kamit membaca doa, Ningsih juga meminta pasien lain berdoa untuk membaca Al Fatihah agar Indonesia selamat dari fitnah anak buah dajal.

"Kamu memfitnah semuanya? Bukannya kamu menciptakan dukun-dukun untuk membunuh, anak-anakku. Dukun-dukun yang kamu siapkan akan aku tarik semuanya," ucap Ningsih.

"Dukun di Indonesia semakin sedikit, jangan bu. Gara-gara kamu dukun di Indonesia semakin sedikit. Jangan dikumpulin semua," timpal sang pasien.

"Mahasiswa seluruh Indonesia saya merasuki satu demi satu. Saya bangga merasuki mahasiswa satu demi satu. Karena itu misi saya. Saya mau mengadu domba, memecah satu demi satu, biar Indonesia makin rusuh dan biar Islam makin pecah dan banyak yang masuk ke neraka," tambah sang pasien.

"Ada satu yang belum kamu ceritakan, itu rahasiamu. Aku sudah diberi tahu bahwa yang kamu masuki itu bukan mahasiswa, tapi pemimpin-pemimpin yang kamu masuki. Kenapa tidak kamu ceritakan?" tanya Ningsih lagi.

Meski awalnya tidak mau menjawab pertanyaan Ningsih, pasien itu akhirnya menjawab.

"Saya merasuki para ulama di Indonesia biar ulama di Indonesia makin kisruh dan rusuh. Satu demi satu saya rasuki. Walaupun mereka ulama Islam, tapi saya masuk satu demi satu, biar Indonesia makin rusuh dan Islam hancur dan tidak ada Islam dan tuan saya jadi besar. Datang di Indonesia tahun 2022 kiamat," papar sang pasien.

"Kamu kok tahu? Kiamat itu yang tahu hanya Allah," tegas Ningsih.

"InsyaAllah tidak ada apa-apa. Bilamana kita selalu mendekatkan diri pada Allah melalui cerita tadi, InsyaAllah tidak ada kiamat seperti yang disebut (pasien) tadi," ujar Ningsih.

"Pedagang-pedagang jangan main dukun, karena tidak dasarnya makan yang dimakan salah satu titik-titik yang masuk dari setan. Jadi mohon kita selalu merendah diri sama Allah dan mudah-mudahan kita diberi jalan yang terbaik oleh Allah," ungkapnya.

Ningsih juga memastikan bahwa makhluk gaib yang merasuki tubuh pasien tadi adalah anak buah dajal.

"Ini benar adanya. Dia adalah anak buahnya dajal, bukan main-main. Dia bukan setan, jin atau iblis. Dia anak buahnya dajal. Saya seringkali megang anak buahnya dajal ini. Yang paling keras karena ini memang musuh Kanjeng Nabi Muhammad pada waktu kaum qurais. Jadi usianya sangat tua banget," ulas Ningsih.

"Tahun 1970 Masehi. Itu paling tua dari setan-setan, genderuwo, pocong, kuntilanak maupun dukun-dukun itu, tunduk sama saya," jawab sang pasien.

"Ingat ya, semuanya orang-orang yang punya ilmu hitam, dukun-dukun jangan diteruskan, karena semua yang bekerjasama dengan setan akan bertangungjawab dengan yang bersangkutan (dajal). Selain itu, mereka yang akan bekerja akan terjadi permusuhan dan matinya akan jadi bersama-sama dibunuh oleh setannya," papar Ningsih kembali.

"Kamu tidak akan aku bakar, agar saya dapat informasi-informasi dari kamu," tutup Ningsih.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter