jatimnow.com

Rumah Guru Honorer yang Derita Pembekuan Darah di Otak akan Dibangun

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Zain Ahmad
Ketua Komisi D, Chusnul Khotimah kunjungi rumah Eko Sumantoyo 🔍
Ketua Komisi D, Chusnul Khotimah kunjungi rumah Eko Sumantoyo

jatimnow.com - Komisi D DPRD Kota Surabaya menengok mantan guru honorer SDN Kertajaya I di Surabaya, Eko Sumantoyo yang menderita pembekuan darah di bagian otak.

Ketua Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, Chusnul Khotimah mengatakan telah mengunjungi rumah Eko yang berada di kawasan Manyar Sabrangan Surabaya.

Baca juga: 

"Barusan sudah dari sana, rumahnya Pak Eko. Sudah saya kunjungi. Saat ini beliaunya sedang dirawat di Rumah Sakit Haji. Yang di rumah ada anak-anaknya," kata Chusnul pada jatimnow.com, Minggu (8/3/2020).

Loading...

Ia menyebut jika sudah menghubungi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya untuk melihat tempat tinggal keluarga Eko Sumantoyo.

"Sudah disurvei tadi siang," jelasnya.

Ia menegaskan bila Pemkot Surabaya tidak terlambat menanggapi kasus Eko Sumantoyo.

Eko dilarikan ke Rumah Sakit Haji pada Sabtu (7/3) dengan menggunakan ambulans dari Puskesmas Mulyorejo.

"Buktinya kemarin mengirimkan ambulans untuk mengangkut Pak Eko ke RS Haji," lanjutnya.

Disarankannya, Dinsos agar memasukkan Eko Sumantoyo ke data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar mendapatkan intervensi program Kota Surabaya yakni pendidikan, kesehatan dan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Chusnul yang juga sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya meminta kepada camat dan lurah di Kota Pahlawan agar memastikan kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Jika menemui warga yang membutuhkan intervensi Program Pemkot di bidang sosial segera melaporkan ke dinas terkait, tambahnya.

Kondisi rumahnya yang mengenaskan. Atap rumah berukuran 10x6 meter itu mengalami bocor ketika hujan dan lantai becek, Chusnul, meminta agar ditangani.

"Agar jangan sampai ada warga ber-KTP Surabaya yang berpenghasilan rendah tidak dapat mengakses Program Pemkot yang sudah disiapkan," papar Chusnul. Untuk Rutilahu, lanjutnya, jika saat ini sudah dilakukan survey.

"Insya Allah segera akan dilakukan bedah rumah dan tinggal melengkapi administrasi," tandasnya.

Eko Sumantoyo dirawat di RS Haji tidak lagi menggunakan BPJS. Karena BPJS kesehatan telah tidak aktif atau dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan (diknas) tempat Eko Sumantoyo bekerja sejak 4 bulan yang lalu.

Bersama lima anaknya, Eko yang didampingi istrinya tinggal di rumah warisan. Eko membuka warung di bagian depan rumahnya.