jatimnow.com
Harapan Para Nelayan dan Pelaku UMKM Pada Machfud Arifin

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin saat blusukan ke kampung nelayan Morokrembangan

jatimnow.com - Sejumlah tokoh masyarakat, para nelayan hingga pelaku UMKM menaruh harapan besar bagi wali kota Surabaya penerus Tri Rismaharini (Risma) yang masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2021.

Warga kampung nelayan di Nambangan Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Surabaya misalnya. Selama ini mereka mengeluhkan minimnya tempat penjemuran ikan. Lahan milik pemkot yang biasa digunakan nelayan menjemur ikan diubah menjadi taman. Warga pun menjemur ikan di tepi jalan sehingga sering diobrak Satpol PP.

"Taman itu awalnya tempat penjemuran ikan warga di RW 2. Sekarang tidak boleh. Warga menjemur ikan di tepi jalan semua. Ada satpol PP diobraki terus," ujar Wakil Ketua RW 3 Kelurahan Kedungcowek, Hudori saat menyampaikan keluhannya di depan Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Sabtu (22/8/2020) lalu.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Para nelayan di kawasan Morokrembangan juga mengadu ke Machfud Arifin pada Minggu (2/8/2020).

Baca juga: 

Di sela senam sehat berjemur di sore hari yang dilakukan Relawan Machfud Arifin Arek Suroboyo (Remaas) di Lapangan RW 8, Morokrembangan, warga menyampaikan minimnya fasilitas mandi cuci kakus (MCK), kebutuhan air bersih hingga lapangan tempat olah raga dan kegiatan warga. Apalagi kampung ini sering banjir saat air laut pasang.

"Kalau musim air laut pasang, airnya masuk ke kampung. Ini ada pintu air, tapi ini sudah dalam kondisi rusak. Sudah kita laporkan tiga bulanan, semenjak ada pandemi ini akhirnya break pembangunan," kata Ketua RW 8 Morokrembangan, Ladri saat itu.

Ny Lita Machfud Arifin memaparkan program untuk UMKM di Surabaya pada Minggu (28/6/2020)Ny Lita Machfud Arifin memaparkan program untuk UMKM di Surabaya pada Minggu (28/6/2020)

Menurut Ladri, warga juga mengeluhkan minimnya air bersih serta warga banyak tidak memiliki fasilitas MCK.

"Rata-rata warga di sini tidak punya MCK, karena kondisi perkampungan yang sempit. Warga kalau buang hajat (buang air besar) di MCK umum," ungkapnya.

Sementara para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMK) di Surabaya juga menyampaikan harapannya kepada Machfud Arifin. Mereka berharap agar UMKM lebih berkembang lagi ketika Machfud Arifin memimpin kota Surabaya.

"Berangkat dari keprihatinan kita sebagai UKM dan keinginan kita UKM Surabaya untuk bisa mengembangkan produk-produk dari hasil karya ini," terang Ketua UKM Surabaya Maju, Cicim Rahmawati di Gedung Machfud Arifin Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (28/6/2020).

"Keprihatinan kita hanya berkutat di satu kota saja. Dan kita ingin berkembang dan pemasaran menjadi lebih baik," tambahnya.

Cicim yang sudah 10 tahun menjadi pelaku UKM di bidang pembuatan tas dari karung goni dan produk lainnya itu menyebut bahwa selama ini sudah terbantu.

"Tapi dengan kondisi saat ini dan kondisi dunia semacam ini sangat tidak bagus kalau UKM itu hanya berkutat di dalam kota," terangnya.

Machfud Arifin pun menanggapi keluhan dari para nelayan maupun para pelaku UMKM.

Seperti minimnya tempat penjemuran ikan. Kata Machfud Arifin, ke depan akan mempelajari secara baik tanah milik Pemkot Surabaya di kawasan kampung nelayan, agar dapat dijadikan tempat penjemuran ikan. Juga menerapkan teknologi, agar hasil olahan ikan para nelayan bernilai lebih dan dapat meningkatkan kesejahteraan.

"Daripada (lahan pemkot) dimanfaatin yang tidak jelas, lebih baik ditata kan bisa saja. Nantinya menjemur ikan juga menerapkan teknologi, dibangunkan blok untuk penjemuran kan boleh. Dari pada ditempatin kandang kambing malah nggak karuan," tutur Machfud Arifin.

Wali Kota Surabaya yang diusung 8 partai koalisi, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS itu punya keyakinan bahwa Surabaya ke depan menjadi lebih maju dengan masyarakatnya yang sejahtera. Termasuk warga nelayan di Morokrembangan.

Loading...

"Ini (penyelesaian ekonomi, sosial) yang harus diutamakan, bukan hanya sekedar keindahan. Tapi kebutuhan masyarakat dasar yang harus diberikan," terangnya.

Sementara Ny Lita, istri Machfud Arifin mengaku siap mensupport suaminya untuk membina dan mengembangkan UMKM di Surabaya. Di antaranya memberikan pelatihan-pelatihan bagi pelaku pemula UKM untuk bisa menghasilkan produk-produk.

Setelah pelatihan, mereka tidak dilepaskan begitu saja. Mereka juga selalu dipantau dan dibantu untuk menghasilkan produk yang layak dijual di pasaran. Tidak hanya di Surabaya saja, tapi juga bisa bersaing dengan produk-produk dari daerah lain.

"Serta mengenalkan dan memasarkan produk UKM dari Surabaya ke daerah lain," sambung Lita.

Berita Terkait