jatimnow.com
Pemangsa 5 Kambing Milik Warga Banyuwangi Terkuak, Begini Penampakannya

Garis polisi dipasang di kandang milik warga Banyuwangi yang kambingnya mati misterius

jatimnow.com - Pemangsa lima ekor kambing milik Yusuf, warga Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi sudah terkuak. Itu setelah di sekitar kandang dipasang camera trap.

Dalam video rekaman CCTV terlihat bahwa pemangsa kambing itu bukan macan tutul, seperti yang sempat disangkakan warga. Tampak jelas binatang buas yang memangsa 5 ekor kambing itu anjing liar.

Penampakan anjing liar di sekitar kandang kambing yang berjarak 200 meter dari Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) itu tertangkap jelas pada rekaman camera trap yang dipasang BKSDA sejak sepekan lalu.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Baca juga:  5 Kambing Milik Warga Banyuwangi Mati Misterius, Diduga Dimangsa Binatang Buas

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo Wilayah II Muncar, Noviani Utami menyebut, berdasarkan hasil analisa, hewan pemangsa tersebut bukan hewan liar yang berasal dari TNAP, melainkan kawanan anjing liar di kampung.

"Ternyata itu anjing kampung liar. Bukan macan atau anjing hutan yang berasal dari TNAP," tegas Novi, Selasa (8/6/2021).

Pemangsa kambing di Banyuwangi tertangkap camera trapPemangsa kambing di Banyuwangi tertangkap camera trap

"Jika dilihat dari foto ada dua ekor anjing yang mencoba masuk ke kandang dan seekor berjaga di luar kandang. Total ada sekitar tiga ekor anjing yang teridentifikasi," tambah dia.

Novi menyebut, dari ciri-ciri fisik maupun sifatnya, binatang pemangsa kambing itu anjing kampung liar.

"Kalau anjing hutan posturnya lebih kecil. Kemudian jumlah kawanannya lebih banyak minimal 10 sampai 15 ekor. Sedangkan yang tertangkap camera trap, posturnya besar dan dalam kawanan lebih sedikit. Ini ciri-ciri anjing kampung liar," papar dia.

Loading...

Sejauh ini, lanjut Novi, belum ada laporan lagi mengenai kasus ternak warga yang mati akibat digigit binatang buas. Hal tersebut dimungkinkan karena warga mulai merapatkan pagar kandang ternaknya, sehingga binatang pemangsa tidak bisa masuk.

Berita Terkait