Gadis 14 Tahun di Kediri itu Dibunuh Pacar Gunakan Jamu Campur Potas

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono (tengah) dan Kasat Reskrim AKP Rizkika Atmadha (kanan) menunjukkan barang bukti pembunuhan gadis 14 tahun

jatimnow.com - Satreskrim Polres Kediri menetapkan W (15) sebagai tersangka pembunuhan terhadap QAY (14), pacar pelaku. Sebelum membunuh korban, pelaku menyiapkan semua sarana kejahatannya.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pelaku yang masih duduk di bangku SMP ini tega menghabisi nyawa kekasihnya lantaran panik saat mengetahui pujaan hatinya itu hamil. Pelaku mendapat kabar kehamilan QAY melalui pesan WhatsApp.

Mendapat kabar itu, pelaku merasa takut. Pelaku sempat ingin menggugurkan janin dalam kandungan pacarnya.

Namun pikiran pelaku berubah. Dia kemudian berinisiatif untuk menggugurkan kandungan dengan cara memberikan jamu yang telah dicampur dengan racun ikan (potas) yang telah dibeli sebelumnya.

Baca juga: 

"Tersangka sudah berencana melakukan kejahatan terhadap korban setelah mendapat kabar melalui handphone bahwa pacarnya hamil. Tersangka memberikan jamu dicampur racun ikan dengan alasan agar perutnya tidak terlihat besar," jelas Lukman, Selasa (28/9/2021).

"Racun itu sebelumnya telah dibeli tersangka di toko pertanian dengan niat awal untuk keperluan mencari ikan. Namun mendapat kabar pacarnya hamil, tersangka menggunakan racun ikan tersebut untuk membunuh korban," tambah dia.

Pelaku dan korban kemudian bertemu di lapangan voli dekat Madrasah Ibtidaiyah (MI) wilayah Gurah, Kediri. Pelaku lalu menyuruh korban minum jamu yang telah dibawanya.

Kepada korban, pelaku juga mengatakan bahwa jamu itu berkhasiat agar perut pelaku tidak terlihat besar. Tanpa curiga, korban langsung meminumnya.

Pelaku lantas berpamitan untuk buang air kecil ke kamar mandi sekolah. Rupanya itu hanya alibi. Pelaku memantau reaksi jamu campur potas yang diminum korban itu. Dari jauh pelaku melihat korban kesakitan lalu tergeletak.

"Usai memberikan jamu dicampur potas, tersangka sempat melihat korban kesakitan dan tergeletak di lapangan. Karena ketakutan tersangka melarikan diri," jelas Lukman.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha mengatakan, dengan status pacaran, pelaku dan korban sudah dua kali berhubungan intim. Namun untuk memastikan kondisi kehamilan korban, Rizkika mengaku masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.

Loading...

"Keterangan hamil didapatkan dari percakapan antara korban dan tersangka melalui telepon genggam korban di TKP. Berdasarkan bukti yang ditemukan, tersangka telah merencanakan kejahatan itu, tandas Rizkika.

 

Berita Terkait