jatimnow.com

Kisah Manusia Silver di Surabaya, Rela Mengecat Tubuh Demi Cari Rezeki

Editor : Arina Pramudita
Manusia silver di Surabaya. (Foto: Safrial Anggra/jatimnow.com) 🔍
Manusia silver di Surabaya. (Foto: Safrial Anggra/jatimnow.com)

Surabaya - Terinspirasi dari rekan sesama pemusik jalanan yang berasal dari Yogyakarta, Aldo Al Farizi (23) kini memilih menjadi manusia silver. Pendapatannya yang terus menurun sejak pandemi Covid-19 menjadi penyebab ia dan dua temannya memilih mengecat seluruh tubuh untuk mencari rezeki.

Aldo menyadari betul bahaya cat air dicampur epoxy cat mobil yang mengancam kesehatannya saat digunakan untuk melumuri tubuh.

Menurutnya, cat bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi dan gangguan kulit lainnya. Kendati demikian, ia mengaku pasrah karena semuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Loading...

Misalnya yang terjadi pada salah seorang temannya sesama manusia silver yang memiliki kulit sensitif.

"Wes tak kandani efek penggunaane, cuma yaopo maneh wong podo-podo nyambut gawene, moso yo gak tak olehi (Sudah saya bilangi efek penggunaannya, tapi bagaimana lagi, sama-sama bekerjanya, masa mau saya larang)," tuturnya, saat ditemui di kawasan Surabaya Timur, Selasa (7/11/2021).

Aldo sebelumnya tidak menduga jika penghasilan sebagai manusia silver bisa dibilang menjanjikan meski berisiko tinggi. Namun, karena melihat rekannya menggeluti profesi yang sama, ia pun memantapkan hati.

"Inspirasi awal dari temen pengamen yang di Jogja. Awalnya tak kira repot gara-gara kudu (harus) warnai badan, tapi kok penghasilannya lumayan, ya tak coba langsung pas di Surabaya" urainya.

Ia memilih kawasan lampu merah sebagai lokasi mengamen. Saat lampu merah menyala, ia dan dua orang lainnya berkeliling sambil membawa wadah untuk menyimpan uang pemberian dari pengendara.

"Kalau sudah dapat uang, dibagi dengan anggota lainnya," jelasnya.

Reporter: Safrial Anggra

Manusia silver di Surabaya.Manusia silver di Surabaya.