Pixel Codejatimnow.com

Mahasiswa Gantung Diri di Surabaya, Humas PENS: Anak itu Berpotensi

Editor : Arif Ardianto  Reporter : Farizal Tito
TKP Mahasiswa PENS gantung diri
TKP Mahasiswa PENS gantung diri

jatimnow.com - Hingga saat ini belum diketahui penyebab Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Antonius Aryantoro (20) hingga ia memilih gantung diri untuk mengakhiri hidupnya di rumah kontrakan Jalan Kejawanan Putih Tambak Gang Baru no 25 Surabaya pada Senin (2/7/2018) malam.

Padahal mahasiswa program D3 jurusan Teknik Informatika di Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu dikenal cukup berpotensi dalam pemrograman.

Menurut Humas PENS Andri Suryani membenarkan jika Antonius adalah mahasiswa asal PENS. ia mengatakan jika sepengetahuan dosen walinya, mahasiswa asal Perum Griya Pakitaji Asri C-7 Kelurahan Pakistaji, Kelurahan Wonoasih itu tergolong berpotensi.

Baca juga: Mahasiswa di Surabaya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan

"Kalau sekarang mustinya minggu ini dia ikut ujian. Kalau menurut dosen Walinya (Yuliana Setyowati) Antonius itu anaknya berpotensi dalam mata kuliahnya," jelas Andri kepada jatimnow.com, melalu pesan singkatnya, Senin (2/7/2018) malam.

Ia menjelaskan, potensi yang dimiliki selain teori juga pada prakteknya.

"Jika di PENS itu tergolong berpotensi bagus artinya secara praktek dan teori ia juga menguasai," paparnya.

Baca juga:
Warga Bangkalan Gantung Diri Setelah 100 Hari Orang Tua Meninggal

Namun ditanya nilai yg Antonius dapatkan di semester ke empat ini, Andri meminta maaf karena masih dalam tahap ujian sehingga nilai hasil studinya belum keluar.

"Waduh kalau nilai ga hafal karena yg hafal dosennya, tapi sepertinya nilai saat ini belum keluar," pungkasnya.

Baca juga: Ini Pesan Terakhir Mahasiswa Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Baca juga:
Remaja di Blitar Gantung Diri, Gegara Handphone Disita Orang Tua?

Sementara itu, informasi dihimpun jatimnow.com di TKP,  sebelum kejadian sekitar pukul 12.00 wib, teman sekamarnya yakni Simson Rinekso mengajak korban berangkat kuliah. Namun korban menolak dan menyuruh temannya tersebut berangkat lebih dulu.

Sepulang kuliah, teman korban sudah mendapati korban sudah tergantung, rekannya menurunkan korban tanpa melapor terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto