Pixel Code jatimnow.com

Ramadan Now

Bosan Takjil yang Biasa? Yuk, Datang ke Pekan Jajanan Tradisional di Kepatihan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Gethuk, salah satu jajanan tradisional yang dijual di lapak salah satu pedagang di pekan takjil Desa Kepatihan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Gethuk, salah satu jajanan tradisional yang dijual di lapak salah satu pedagang di pekan takjil Desa Kepatihan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Untuk menunggu waktu berbuka puasa, kebanyakan masyarakat mengisi waktu luangnya dengan ngabuburit, hingga berburu takjil.

Nah, jika ingin mencari ragam jajan tradisional untuk menu takjil buka puasa, tak prlu repot-repot lagi mencarinya. Di event yang diadakan Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, terdapat beragam jajanan tradisional yang bisa dijadikan takjil.

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi mengatakan, pekan jajanan tradisional ini sudah terkonsep sejak sebulan yang lalu, sebelum Ramadan tiba. Para pedagang sengaja dikhususkan hanya menjual jajanan tradisional.

Banner Morula IVF Landscape

“Pekan jajanan ini saya gak mau ada warga yang jualan lauk pauk, atau sayuran. Mengingat yang dijual di lain tempat itu hanya itu-itu aja. Makanya saya buat keputusan yang boleh dijual di sini cuman jajanan dan minuman saja, wajibnya takjil,” kata Erwin, Minggu (10/4/2022).

Ia mengaku, dari 66 pelapak yang ada di pekan jajanan tradisional ini merupakan asli warga Desa Kepatihan. Semuanya mendapatkan subsidi dari pihak desa.

“Ini kita subsidi Rp300 ribu. Dan ada 66 UMKM yang asli warga Kepatihan,” ucapnya.

Dikatakan Erwin, jenis jajanan yang dijual warga semuanya tergolong jajanan tradisional. Hal ini karena, ia ingin menggali potensi umkm di desanya.

“Yang dijual memang makanan yang lama tidak tergali di Jombang, seperti padi emping. Kemudian kreco, blending, tiwul, cenil, itu yang memang kita wajibkan untuk dijual,” ungkapnya.

Erwin mengaku saat ini persaingan dagan jajanan sangatlah ketat. Sehingga ia harus memutar otak untuk memilih jajanan yang akan dijual warganya.

"Mereka (warga yang berjualan) memanglah bukan pedagang asli. Maka saya minta kalau mereka tidak mampu, ya lebih baik beli di pasar dan di-repacking, dijual, dengan harga terjangkau maka dapat untung,” ujar Erwin.

Pekan jajanan tradisional dilaksanakan di depan kantor Desa Kepatihan, dan hanya ada pada hari Sabtu dan Minggu. Pedagang, diwajibkan buka mulai pukul 15.00 WIB, hingga pukul 17.00 WIB.

Loading...

Sementara itu, Wiwit (41), salah satu pedagang jajanan tradisional, mengaku antusias masyarakat Jombang, sangat tinggi. Salah satu jajanan yang paling diminati warga, adalah jajanan kreco. Hanya butuh waktu 30 menit, jajanan unik ini ludes diserbu warga, untuk dijadikan takjil.

"Ini tadi 30 menit kreconya sudah habis, padahal ini tadi ada 50 porsi yang kita jual, tapi langsung habis," pungkasnya.

Loading...