Pixel Code jatimnow.com

Ngaku Petugas Lalu Todongkan Pistol Mainan, Kakak Adik Rampas HP di Tulungagung

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Kakak beradik perampas HP saat diringkus polisi (Foto: Humas Polres Tulungagung)
Kakak beradik perampas HP saat diringkus polisi (Foto: Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung - Kakak beradik asal Kediri diringkus Unit Reskrim Polsek Ngantru, Tulungagung, setelah teridentifikasi merampas handphone (HP) milik anak di bawah umur.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Ansori mengatakan, kakak adik itu berinisial SW (34), warga Kecamatan Semen dan PS (45), warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Ansori menyebut, perampasan itu dilakukan kedua pelaku pada Mei 2022 lalu. Saat itu korban bersama temannya sedang nongkrong di pinggir lapangan sepakbola Desa Ngantru. Tiba-tiba kedua pelaku datang dan salah satunya menodongkan pistol mainan.

"Mereka berpura-pura menjadi petugas yang sedang melakukan razia," ujar Ansori, Jumat (8/7/2022).

Saat itu, kedua pelaku mengatakan kepada korban bahwa sedang mencari narkoba dan meminta korban untuk tiarap. Keduanya lalu menggeledah korban layaknya polisi yang sedang mencari barang bukti.

Baca juga:
Kakak Beradik Tewas dalam Kecelakaan di Mojokerto, Gagal Mendahului Jadi Pemicu

Korban hanya bisa pasrah karena takut. Apalagi satu pelaku mengenakan celana bermotif doreng. Setelah mendapat HP korban, kedua pelaku langsung kabur.

"Pelaku membawa kabur handphone korban. Saat beraksi yang ditodongkan pistolnya itu, sampai korban diminta tiarap," terangnya.

Korban yang curiga lalu melapor ke Polsek Ngantru. Berdasarkan laporan itu, Unit Reskrim melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap SW di rumahnya. Dalam pemeriksaan SW mengakui perbuatannya dan mengatakan beraksi bersama PS, kakak kandungnya.

Baca juga:
Rampas HP Guru SD Bangkalan, Bandit Bercelurit Disergap di Karawang

Dari tangan kedua pelaku, disita barang bukti berupa handphone dan pistol mainan.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Adiknya kita tangkap dulu, kemudian kakaknya menyusul. Keduanya ini kerjanya serabutan dan tukang bangunan," pungkasnya.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.