Pixel Code jatimnow.com

Kisah Bocah Mengaku Diculik karena Tidak Dibelikan Ikan Channa

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Polisi di rumah dugaan penculikan anak (Fota: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Polisi di rumah dugaan penculikan anak (Fota: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pihak kepolisian telah mengklarifikasi berita viral tentang kasus penculikan yang menimpa seorang anak di Desa Kapuran, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

“Kami sudah ke lokasi untuk mengklarifikasi ke bapak dam anaknya. Yang ada di media sosial itu hoax,” ujar Kapolsek Badegan, Iptu Agus Wibowo, Kamis (29/92022).

Anak tersebut berinisial Y berusia 10 tahun, bersekolah di SDN Tanjungrejo, Kecamatan Jambon. Anak tersebut hanya dengan bapaknya yang berinisial SU.

“Ibunya di luar negeri sebagai TKW. Sudah lima tahun ini,” kata Iptu Agus ketika dikonfirmasi awak media di lokasi.

Menurutnya, cerita hoax ini berawal dari kekecewaan sang anak. Rabu kemarin bocah 10 tahun itu meminta ikan Channa ke bapaknya. Tetapi tak kunjung dibelikan.

Baca juga:
Campur Kopi Pakai Obat Bius, Pemuda Malang Sekap dan Cabuli Anak Bawah Umur

"Akhirnya kemarin saat di rumah dijanjiin bapaknya. Tetapi jam 3 ternyata bapaknya sudah berangkat melihat pengantin," jelas Iptu Agus.

Karena bapaknya sudah tidak ada, si anak kecewa. Akhirnya ia pergi ke tempat jualan ikan Channa di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman. Sekitar 5 kilometer, anak tersebut berjalan kaki.

"Kemudian dia tertidur di rumah orang. Sama ibu-ibu ditanya rumahnya mana, terus dia (anak) mengarang cerita diculik dan dilakban," tegas Iptu Agus.

Baca juga:
Ibu Bawa Lari Bayi dari Panti Asuhan di Diwek Jombang Divonis Bebas

Itu dilakukan, kata dia, merasa kecewa dengan ayahnya. Juga tidak ada kaitannya dengan pencurian susu yang terjadi di Kecamatan Jambon.

"Harinya juga berbeda. Sehari sebelumnya kalau pencurian susu itu. Mobilnya juga yg disampaikan anak berbeda. Dia bilangnya box," pungkasnya.