Pixel Code jatimnow.com

Mas Ipin Apresiasi Putra Daerah Inves di Tanah Kelahiran

Editor : Rochman Arief Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat tebar benih patin. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat tebar benih patin. (foto: Kominfo Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com -Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memberi apresiasi kepada putra daerah yang mau berinvestasi di tanah kelahirannya.

Salah satunya Muji, yang kini memiliki usaha budi daya ikan patin. Pria kelahiran Trenggalek itu mengelola ikan patin di bawah bendera PT Tri Sukses Mitra Mandiri.

Padahal Muji cukup banyak mendapat tawaran menciptakan budi daya ikan patin di luar Trenggalek. Namun ia memilih mengembangkan usaha di tanah kelahirannya, yakni Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Ada alasan pemilihan lokasi tersebut. Secara mitigasi, desa ini tidak punya riwayat banjir. Selain itu, daerah ini berada di dataran yang memudahkan akses transportasi hasil panen.

Menurut Mas Ipin, sapaannya, langkah investasi yang dilakukan Muji dipercaya dapat mengangkat perekonomian warga lokal. Di mana budi daya ikan jauh lebih menguntungkan lantaran hasil panen lebih cepat.

Baca juga:
Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Tanam Bambu untuk Kelestarian Alam

“Saya tidak bisa berbicara banyak, hanya bisa berterima kasih kepada Pak Muji, selaku pemilik PT Tri Sukses Mitra Mandiri, yang mau berinvestasi ikan air tawar jenis patin, melalui program direct selling,” ujarnya saat menghadiri tebar benih patin di kolam budidaya PT Tri Sukses Mitra Mandiri, Selasa (8/11/2022).

Mas Ipin berharap agar budi daya ikan ini dapat memberdayakan perekonomian masyarakat. Ia meminta kepada Muji menularkan ilmu budi daya ikan kepada warga, sekaligus menjadi perantara dengan pasarnya.

Permintaan ini dipenuhi Muji yang mengaku sanggup berbagi ilmu dengan masyarakat di Desa Sukowetan.

Baca juga:
Mengulik Buku Trenggalek is The Southern Paradise Karya Novita Hardini

Menurutnya permintaan pasar ikan patin saat ini terbuka luas.

“Pasarnya masih terbuka lebar, selain itu kami juga masih belum mencukupi kebutuhan kami sendiri,” pungkasnya.